Ridwan Kamil Berbagi Inovasi Smart City ke Pemkot Bima

Kota Bima (Suara NTB) –  Walikota Bandung, M. Ridwan Kamil, berbagi inovasi dan pengalamannya dalam membangun Kota Bandung, kepada Walikota Bima, H. M. Qurais H. Abidin beserta kepala OPD ruang lingkup pemerintahan Kota Bima, di halaman depan kantor Walikota Bima, Rabu, 12 Juli 2017.

Pada kesempatan itu, Walikota Bandung yang akrab disapa Kang Emil ini, memberikan sedikit pengalaman serta inovasinya. Sebuah program yang cukup terkenal, yakni smart city (Kota pintar).

Kata dia, dalam 3 tahun terakhir, program smart city tersebut diklaim telah menunjukkan keberhasilan yang terus membaik dari tahun ke tahun. Mulai dari peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) perbaikan pendidikan hingga pengganggaran.

Selain itu, pada ruang lingkup pemerintah Kota Bandung, semua pekerjaan seluruh SKPD harus disertai dengan bukti foto. Kemudian hasilnya Ia wajibkan untuk diposting atau diunggah di media sosial (Medsos).

“Misalnya jika ditanyakan oleh masyarakat, apa saja tugas dan kegiatan Sat Pol PP. Tinggal saya arahkan untuk mengecek atau membuka sosmed. Semuanya akan terlihat foto-fotonya,” kata Emil.

Baca juga:  Pemkot akan Bentuk Satgas Baru untuk Penataan Trotoar

Dalam hal kebijakan tidak, bagi Emil tidak ada istilah Asal Bapak Senang (ABS), yang diterapkan pada bawahannya atau para pembantunya. Karena selama ini banyak dibohongi dan dikerjain.

“Bilangnya sudah rampung dan selesai, tahu-tahunya masih kacau dan amburadul. Tapi saya ubah, setiap kepala SKPD yang melaporkan hasil kerjanya, saya wajibkan menyertai foto sebelum dan sesudah dikerjakan. Kan bisa diketahui yang kerja dan tidak,” katanya.

Diakuinya

dalam menjalankan, program smart city. Pemerintah Kota Bandung menyediakan sebanyak 300 perangkat lunak dengan menelan anggaran ratusan miliar rupiah.

“Namun hasilnya cukup baik. Berkat adanya program ini APBD yang dulunya boros dan dibelanjakan begitu saja, kini efisien dan langsung dirasakan oleh masyarakat,” katanya.

Lantaran Pemerintah kota Bima juga menerapkan program serupa. Pihaknya akan mendukung langkah itu, dengan menghibahkan 300 perangkat lunak untuk shopping berdasarkan kebutuhan.

“Pemerintah Kota Bima, tingggal memilih sendiri perangkat lunak. Apakah perangkat lunak tentang infrastruktur, anggaran. Sehingga diharapkan dan disesuaikan dengan program yang dilakukan,” ujarnya.

Baca juga:  Pemkot akan Bentuk Satgas Baru untuk Penataan Trotoar

Sementara, Walikota Bima, H. M. Qurais H. Abidin mengaku, mengapresiasi Walikota Bandung, yang bersedia berbagi sejumlah inovasi dan pengamalan dalam membangun Kota Bandung.

“Pemerintah Kota Bima sengaja belajar dan meminta Emil untuk memperbaiki daerah. Terutama menyangkut program smart city yang sudah terkenal di dunia khususnya di Asia,” katanya.

Pada kesempatan itu, Walikota juga meminta Emil untuk mengajak para pengusaha Bandung untuk menanamkan investasi di Kota Bima. Sebab di Kota Bima banyak potensi SDA yang tidak kalah dengan daerah lain.

“Meski melimpah Kota Bima sangat membutuhkan sentuhan tambahan modal atau investasi dari pihak luar. Kami berharap pengusaha bandung bisa menanamkan sahamnya di Kota Bima,” pungkas Walikota.

Pada kesempatan itu juga, Walikota Bandung dengan Walikota Bima, melakukan penandatanganan nota kesepahaman antara kedua pemerintahan tersebut mengenai program Smart city. (Uki)