Dermaga Poto Tano Rusak, Kapal Harus Atur Ulang Pola Muatan

Mataram (suarantb.com) – Salah satu dermaga, yaitu dermaga dua di Pelabuhan Poto Tano, Sumbawa Barat mengalami kerusakan akibat termakan usia. Meski telah diperbaiki, kemampuan dermaga untuk menampung beban menurun.

“Sudah kita perbaiki dan sudah jadi, tapi tidak bisa pulih seperti kemampuan semula. Jadi kemampuannya menurun dari semula 30 ton, maksimum menjadi 20 ton,” kata Kepala Dinas Perhubungan NTB, Lalu Bayu Windya, Senin, 10 Juli 2017.

Agar dermaga dua tetap bisa difungsikan, Bayu menyebutkan ada beberapa yang ditempuh. Salah satunya mengatur ulang pola muat kapal. Sehingga kapal tidak bisa seenaknya mengangkut kapal kendaraan, terutama truk.

Baca juga:  Gubernur Perjuangkan Dermaga Labuhan Lalar Jadi Dermaga Umum

Bayu menjelaskan kapal yang memang biasa mengangkut truk-truk besar, diperintahkan hanya mengangkut truk besar. Tidak boleh digabung dengan kendaraan ukuran sedang dan kecil.

“Kapal kalau memang ini untuk truk besar harus tetap truk besar sehingga bisa di dermaga satu yang masih kokoh. Sedangkan, kapal yang lain kalau sudah diisi truk sedang, truk kecil, motor jangan muat truk besar. Jadi nanti bisa pakai dermaga dua yang baru diperbaiki itu,” jelasnya.

Dengan pengaturan pola muat ini, kedua dermaga bisa difungsikan, tidak hanya dermaga satu. “Kalau tidak begini, misalkan bercampur otomatis dermaga dua tidak bisa difungsikan. Karena truk besar kecil dicampur, harus dipisah baru bisa. Pola ini sangat menolong, ini kita berlakukan sejak Minggu kemarin,” imbuhnya.

Baca juga:  Gubernur Perjuangkan Dermaga Labuhan Lalar Jadi Dermaga Umum

Selain pola muat, waktu bongkar muat kapal juga dikurangi. Normalnya, waktu yang diberikan 45 menit dikurangi menjadi 30 menit. “Penuh, tidak penuh jalan,” sahutnya.

Ditambahkan, ASDP Poto Tano telah merencanakan bulan ini untuk memperbaiki pelabuhan secara total. Namun masih terkendala proses tender, hingga diperkirakan baru akan dikerjakan pada Agustus atau September. (ros)