Jalan Provinsi di Parado Ditanami Pohon Pisang

Bima (Suara NTB) – Ruas jalan milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB, lintas desa Rato-Lere di Kecamatan Parado, diblokade oleh warga setempat, Sabtu, 11 Juni 2017 sore. Aksi penutupan jalan itu, sebagai protes warga, yang mendesak Pemprov NTB agar segera memperbaiki jalan tersebut.

Warga memblokade ruas jalan dengan menggunakan batang kayu dan batu. Bahkan menanam batang pohon pisang sebagai bentuk protes. Jalan kembali dibuka, setelah Muspika Kecamatan Parado berdialog dengan warga. Menyepakati untuk meneruskan aspirasi warga kepada pemerintah daerah dan Provinsi.

Salah seorang warga, Amiruddin mengatakan, reaksi warga yang menutup jalan,  sebagai bentuk protes dan kecewaan. Sebab lanjutnya, sudah 9 tahun lamanya jalan tersebut belum juga diperbaiki oleh pemerintah.

Baca juga:  Terancam Putus, Gubernur Perintahkan Jalan Pusuk KLU Segera Ditangani

“Selama ini kami hanya dijanjikan, jalan ini akan diperbaiki. Tapi hingga kini belum juga direalisasikan,” katanya.

Menurutnya, akibat jalan rusak. Membuat akses dari desa Rato menuju desa Lere dan sebaliknya, mengalami kendala. Bahkan, kata dia, pada saat musim penghujan ruas jalan sulit dilewati karena becek.

“Jalan ini banyak memakan korban juga. Makanya kami mendesak pemerintah agar memperbaiki jalan ini secepatnya,” katanya.

Warga lain, Mansyur Al Fatih berharap banyak kepada pemerintah agar secapatnya memperbaiki jalan tersebut. Sebab selama ini, pihaknya tetap meminta pemerintah desa dan Kecamatan untuk melaporkan kepada pihak terkait, namun belum ada respon.

Baca juga:  Perdana, Kapal Pesiar Bawa 1.988 Penumpang Bersandar di Gili Mas

“Warga hanya berharap jalan ini segera diperbaiki. Hanya ini tuntutan kami,” ujarnya.

Sementara Camat Parado, Baharuddin S.Sos mengakui, blokade jalan tersebut sebagai reaksi warga, karena jalanan sebanyak 12 kilometer dalam keadaan rusak dan berlubang.

“Aspirasi warga hanya meminta agar ruas jalan ini diperbaiki,” katanya.

Menurutnya, blokade jalan dibuka, setelah pihaknya bersama aparat kepolisian Polsek Parado, Koramil dan sejumlah tokoh agama, berdialog terbuka dengan warga, untuk membuka karena menggangu warga lain yang melintas.

“Antara warga dengan kami sudah mendatangi surat kesepakatan. Yang intinya saya selaku camat akan menyampaikan dan melaporkan kepada Pemerintah Daerah dan Provinsi terkait tuntutan warga ini,” pungkasnya. (uki)