Perampokan di Jerowaru Direncanakan Secara Matang

Advertisement

Selong (Suara NTB) – Kasus perampokan sadis yang menewaskan Amaq Jon, warga Dusun Telone, Desa Sekaroh Kecamatan Jerowaru menjadi atensi aparat kepolisian Polda NTB. Pasalnya, petugas kepolisian terus melakukan pengejaran terhadap pelaku yang dipastikan berjumlah 13 orang.

Kepada wartawan di Mapolres Lotim, petang kemarin, Kapolda NTB, Berigjen Pol. Drs. Firli, secara tegas memastikan bahwa pelaku pencurian dengan kekerasan yang terjadi di Dusun Telone Desa Sekaroh tersebut berjumlah 13 orang. Dimana, empat diantaranya saat ini sudah berhasil ditangkap. Sembilan terduga pelaku lainnya masih dalam proses pengejaran.

Dari pengakuan pelaku, katanya, aksi perampokan yang dilakukan itu sebelumnya direncanakan secara matang oleh para pelaku. Mereka beberapa kali melakukan pertemuan di rumah salah satu pelaku, hingga akhirnya para pelaku menjalankan aksinya dengan menggunakan jalur laut dari Pantai Bumbang tembus ke Tanjung Ringgit.

“Kita minta supaya mereka menyerahkan diri. Karena kita tidak akan berhenti melakukan pengejaran hingga kasus ini tuntas,” tegasnya.

Menurut Kapolda, para pelaku perampokan tersebut memiliki peran masing-masing dalam menjalankan aksinya. Seperti melakukan pembacokan terhadap korban pada bagian leher, perut dan lainnya di beberapa bagian tubuh korban. Sehingga pada saat itu korban langsung tergeletak dan tewas di tempat dengan cara yang begitu mengenaskan.

Empat terduga tersangka pembacokan yang sudah diamankan itu, dua pelaku diamankan di daerah Lotim dan Loteng. Sementara, dua pelaku lainnya ditangkap di Bali. “Saat ini sudah empat pelaku yang berhasil ditangkap, Sembilan pelaku tetap kita kejar. Tiga belas pelaku diketahui berasal dari Lotim dan Loteng,” terang Kapolda.

Ditegaskan Kapolres, pihaknya akan terus mengejar dan mengusut tuntas sembilan pelaku lainnya. Dimana, pelaku yang sudah menghilangkan nyawa seseorang, membuat tiga orang anak menjadi yatim serta satu orang menjanda itu, harus secepatnya ditangkap dan dihukum sebagaimana undang-undang yang berlaku.

Untuk mempercepat proses penangkapan terhadap para pelaku, Polda NTB sendiri sudah membentuk tim dengan merekrut sejumlah personel terbaiknya baik dari Reserse Polres Lotim, mantan Reserse Polres Lotim, maupun Reserse yang ada di Polres-Polres lainnya di NTB.

Ditambahkan Kapolres, proses pengejaran akan tetap dilakukan oleh petugas hingga tuntas. Oleh karena itu, ia meminta kepada para pelaku yang masih berkeliaran supaya secepatnya menyerahkan diri. (yon)

Disqus Comments Loading...

This website uses cookies.