Jaksa Periksa Rekanan Pengadaan Ambulans

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumbawa terus melakukan pemeriksaan guna menyelidiki dugaan penyimpangan pengadaan ambulans emergency RSUD Sumbawa tahun 2015 lalu. Dalam hal ini jaksa memeriksa rekanan pengadaan ambulans, Selasa, 30 Mei 2017.

Informasinya, kontraktor pengadaan yakni Juliana yang merupakan direktris PT Megantari Prima. Ia mendatangi kejaksaan negeri bersama seorang rekannya. Adapun pemeriksaan terkait tupoksinya dalam pengadaan ambulans.

Baca juga:  Sidang Dugaan Korupsi Parsel Lebaran Lotim 2014, Terdakwa Syahmat Divonis Bebas

Juliana yang ditemui usai pemeriksaan enggan memberikan pendapat terkait pemeriksaan yang dilakukan. Semua yang diketahuinya mengenai pengadaan ambulans sudah disampaikannya ke pihak kejaksaan. “Tanya ke Pak Raka saja. Tadi sudah saya sampaikan semua yang saya tahu ke beliau,” jelasnya singkat.

Sementara Kajari Sumbawa melalui Kasi Pidsus, Anak Agung Raka PD, SH yang dikonfirmasi menyebutkan, sementara ini permintaan keterangan sudah dirasakan cukup. Selanjutnya pihaknya akan membuatkan laporan hasil pemeriksaan untuk dilakukan ekspose. Hasil ekspose nantinya akan menentukan langkah selanjutnya.

Baca juga:  Pengadaan Alkes Rp15,6 Miliar, Direktur Poltekkes Mataram akan Diklarifikasi

“Menurut kami permintaan keterangan dalam tahap penyelidikan sudah dirasakan cukup. Tinggal menentukan sikap. Kita buatkan laporan dulu. Setelah itu nanti ekspose. Hasil ekspose itulah menjadi kesimpulan nantinya,” pungkasnya. (ind)