Selama Ramadan, Tidak Ada Alasan ASN Malas Kerja

Selong (Suara NTB) – Kepala Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Lombok Timur (Lotim), H. Najamudin menegaskan tidak ada alasan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) malas bekerja pada bulan Ramadan. Menurutnya, momentum Ramadan harus dijadikan ladang untuk beribadah dengan rajin bekerja.

Selain itu, bekerja di bulan Ramadan saat menjalankan ibadah puasa, termasuk merupakan ibadah. Untuk itu, semangat kerja harus terus ditingkatkan oleh para ASN, meski pada saat itu sedang berpuasa.

Adapun untuk memastikan tingkat kehadiran ASN selama bulan Ramadan nanti, pihaknya sewaktu-waktu akan melakukan inspeksi mendadak (sidak) baik di lingkup SKPD kabupaten maupun kecamatan. Tak hanya itu, sidak kedisplinan ASN selama bulan Ramadan nanti juga akan dilakukan hingga unit terkecil seperti sekolah-sekolah. Adapun pada saat bulan Ramadan, jadwal masuk ASN jam 08:00 Wita, terutama bagi yang enam hari kerja.

Baca juga:  Nasib 223 P3K Pemprov Masih Menggantung

 “Selama bulan Ramadan, jam masuk mundur dari hari normal, jam 07.00 Wita menjadi jam 08:00 Wita. Nantinya tingkat kehadiran ASN akan terus dipantau dan tidak dijadwalkan secara khusus,.

Adapun sanksi yang diberikan nanti sesuai dengan kebijakan bupati, paling tidak terkena absensi waktu sidak, TKD dari ASN yang bersangkutan pada bulan depan tidak dibayar sama sekali. Akan tetapi, apabila hasil kalkulasi ternyata dalam kurun waktu satu tahun, absensi 45 hari ke atas itu sanksinya sudah disiplin berat, sesuai dengan PP 53 Tahun 2010. Sehingga tidak ada alasan ASN untuk malas selama bulan Ramadan, terlebih dengan berlakunya PP 11 Tahun 2017. Di mana cuti tahunan itu sudah dipisah dengan libur bersama.  (yon)