Dilarang Kejaksaan, Oknum Jukir di Lokasi Wisata Senggigi Masih Tarik Parkir

Giri Menang (Suara NTB) – Meski telah diingatkan dan dilarang oleh aparat berwajib, praktik pungutan parkir di lokasi wisata di wilayah Senggigi masih terjadi. Bahkan, kondisi keramaian jelang puasa ini dimanfaatkan oknum yang berdalih diperintah oleh pemilik lahan setempat. Terdapat tiga titik lokasi pungutan parkir diduga liar ini, lantaran tak ada dasar hukumnya melakukan pungutan.

Pantauan Suara NTB di Pantai Kerandangan, Rabu, 24 Mei 2017, puluhan pengendara kendaraan baik roda dua maupun roda empat masuk ke areal wisata yang kerap ramai dikunjungi pada hari libur ini. Tanpa ada karcis parkir sejumlah oknum menarik biaya parkir dengan kiasaran Rp 2-5 ribu. Khusus kendaraan besar, ditarik di atas itu.

Pengunjung yang ingin berlibur pun tanpa keberatan memberikan uang untuk parkir tersebut. Pengakuan pengunjung yang mengendarai roda dua, ditarik Rp 2 ribu-2.500 untuk biaya parkir di Kerandangan.

“Iya biasa kan kalau disini, hampir di sepanjang pantai kala kita mau masuk bayar dulu,” jelas pengunjung asal Gerung ini. Tidak saja di Senggigi, masuk di areal wisata di seputaran Nipah KLU juga ditarik biaya masuk dan parkir. Khusus bagi kendaraan roda empat ditarik Rp 5 ribu.

Menanggapi hal ini, Kepala Desa Senggigi Ilham mengaku segera memanggil pihak pemilik lahan terkait penarikan biaya parkir di lahan milik pribadi. “Kami akan segera panggil pengelola (pemilik) lahan, karena penarikan parkir ini harus ada ketentuan (aturan). Hal ini perlu diketahui oleh mereka,”tegas Ilham.

Informasi yang diserap, tarif parkir ini diminta dipungut oleh pemiliknya, karena selaku pemilik lahan. Namun sejauh ini belum ada koordinasi dengan desa, bahkan tidak ada pemasukan ke Pemda.

Menurut informasi dari masyarakat, bahwa ada kesepakatan dari pemilik lahan dengan pihak dusun terkait penarikan parkir ini disisihkan untuk sumbangan masjid. Hal ini jelasnya harus diclearkan, karena persoalan ini semua diarahkan ke desa, padahal desa tak dikoordinasikan terkait hal ini. (her)