Dalami Dugaan Ajaran Sesat, Pakem Loteng Turunkan Tim Investigasi

Praya (Suara NTB) – Mencuatnya kasus dugaan ajaran sesat yang dipimpin Inim alias SF, warga Desa Sintung Kecamatan Pringgarata, langsung disikapi jajaran Pengawas Aliran Kepercayaan Masyarakat (Pakem) Lombok Tengah. Pakem menurunkan tim untuk melakukan investigasi mendalam terkait kasus tersebut.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Loteng, Feri Mupahir, S.H., yang dikonfirmasi Suara NTB, Senin, 15 Mei 2017 kemarin, membenarkan adanya tim yang turun ke lapangan.

Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FPKD) Loteng lainnya untuk menyikapi persoalan ini. Namun sejauh ini belum ada pertemuan khusus membahas persoalan itu, karena masih menunggu hasil investigasi tim.

“Setelah ada laporan hasil tim tersebut, baru akan kita bahas bersama. Karena ini memang berkaitan

dengan soal aliran kepercayaan,” jelasnya.

Untuk itu, pihaknya belum bisa mengambil keputusan apapun terkait kaus tersebut, karena harus melalui pembahasan bersama antara anggota Pakem Loteng maupun instansi terkait lainnya. “Investigasi persoalan seperti ini butuh proses. Jadi kita hasilnya investigasinya seperti apa, baru kita sikapi,” tandasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Sabtu, 13 Mei 2017, SF digeladang ke kantor Desa Sintung oleh warga desa setempat. Setelah adanya laporan dugaan ajaran sesat yang diajarkan oleh SF kepada jemaah pengajiannya. Sejumlah jemaah yang mengaku jadi korban juga dihadirkan pada pertemuan yang dipimpin Kepala Desa Sintung, L. Asrorudin tersebut.

Dalam pertemuan tersebut terungkap kalau SF diduga mengajarkan aliran sesat yang menyimpang dari ajaran agama Islam. (kir)