Taman Lansia Diduga Disalahgunakan

Mataram (Suara NTB) – Badan Lingkungan Hidup (sekarang DLH) tahun 2016 lalu, membangun taman lansia di sekitar kawasan Taman Udayana. Taman ini dibangun dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Kementerian Kehutanan.

Akan tetapi, taman yang dibangun di atas lahan seluas 20 are itu pemanfaatannya diduga disalahgunakan. Bukannya para lansia memanfaatkan lokasi tersebut, malah digunakan sebagai tempat bisnis karaoke.

Ide awal pembangunan taman lansia ini, karena melihat aktivitas para lansia terutama para pensiunan yang mengisi waktu luang dengan berolahraga.

Badan Lingkungan Hidup bekerjasama dengan Dinas Pertamanan (sekarang dihapus, red) membangunkan fasilitas olahraga bagi lansia. Dinas Pertamanan juga menyiapkan lahan untuk bermain anak-anak yang representatif salah satunya kolam pasir.

Untuk penataan tersebut membutuhkan anggaran sekitar Rp 340 juta.

Pasca peralihan dan penghapusan Dinas Pertamanan yang digabung di Dinas Lingkungan Hidup. Fasilitas umum seperti toilet lansia dan fasilitas bagi disabilitas tak kunjung dibangun.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Mataram, Irwan Rahadi menegaskan, taman lansia dibangun dari anggaran Pemerintah Pusat itu harus dikembalikan sesuai fungsinya.

Sebab, konsep awalnya diperuntukan bagi lansia yang ingin berolahraga dan menghibur diri dengan sanak keluarga mereka.

“Memang kami tidak memungkiri meskipun untuk para lansia. Orang umumnya juga menggunakan fasilitas itu. Yang kami tekankan harus dikembalikan fungsi aslinya,” tegas Irwan pekan kemarin.

Luas Taman Lansia sekitar 20 are. Dibangun dari DAK Kementerian Kehutanan sekitar Rp 340 juta. Terkait penyalahgunaan itu nanti akan dikoordinasikan dengan Satpol PP Kota Mataram, untuk mengambil langkah – langkah penertiban mensterilkan lapak maupun bisnis karaoke sebagai ruang terbuka hijau khusus bagi lansia.

Tidak disampaikan Irwan, kapan penertiban lapak di Taman Lansia dilakukan. “Iya, kalau fungsinya untuk RTH, kita minta dikembalikan sesuai fungsinya,” ujarnya. (cem)