Mubazir, Bantuan Perahu Pengangkut Siswa di Gili Beleq

Selong (Suara NTB) – Bantuan dua unit perahu yang akan dipergunakan untuk mengangkut siswa-siswa sekolah satu atap 8 Jerowaru yang berlokasi di Gili Beleq Kecamatan Jerowaru Lombok Timur (Lotim) mubazir. Perahu ini tidak berani digunakan pihak sekolah demi keselamatan siswa.

“Kalau kita pakai, takut siswa tenggelam,” ungkap Kepala Sekolah Satap 8 Jerowaru, Ismail kepada Suara NTB, Rabu, 3 Mei 2017.

Ia menjelaskan, bantuan tersebut diterima atas aspirasi dari DPRD Lotim. Namun melihat spesifikasi bantuan dinilai tidak layak digunakan untuk mengangkut siswa. Perahu yang terbuat dari kayu itu disebut tidak layak, karena beberapa kali uji coba sempat mau terbalik. Adanya kondisi ini membuat pihak sekolah tidak berani menggunakan perahu bantuan tersebut.

Baca juga:  Gandeng Telkomsel, Amman Mineral Persiapkan 500-an Pelajar KSB Era Industri 4.0

‘’Pernah diusulkan perahu diberikan dalam bentuk fiber. Akan tetapi tidak digubris,’’ akunya.

Kondisi semakin tidak nyaman, tambahnya, saat musim angin barat, sehingga nyaris perahu tersebut tidak pernah dipakai sesuai dengan peruntukannya. Selain kurang nyaman, kata Ismail, perahu dari kayu tersebut saat ini sudah mulai rusak, karena terus berada di atas perairan. “Namanya bahan bakunya dari kayu, kalau terendam terus akan cepat rusak,” terangnya.

Menurutnya, jika bantuannya bahan baku perahu dari fiber, maka akan jauh lebih nyaman dan tahan lama. Besar harapannya, bantuan yang diterima ini untuk para siswa-siswa di daerah terpencil ini bisa lebih baik.

Ketua DPRD Lotim, H.M. Khaerul Rizal yang dikonfirmasi membenarkan dirinya yang meminta Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) untuk membantu perahu. Setahun yang lalu, dua unit perahu ini pun jadi diberikan.

Baca juga:  Gandeng Telkomsel, Amman Mineral Persiapkan 500-an Pelajar KSB Era Industri 4.0

Kabar mengenai perahu tersebut tidak pernah dipakai membuat kesal politisi partai Demokrat ini. Pihaknya menilai, yang membuat perahu tidak punya perasaan dan ingin menenggelamkan para siswa dan gurunya saat di tengah laut. Untuk itu, pihaknya mengharapkan, pihak-pihak terkait tidak terlalu besar mengambil keuntungan.

Bupati Lotim H. Moch. Ali Bin Dachlan diminta segera mengecek perahu bagi para siswa ini. Selaku kepala daerah diharap tidak melepas sepenuhnya ke bawahannya semua proyek-proyek pengadaan dan bantuan kepada rakyat. Hal ini dimaksudkan agar bantuan tersebut benar-benar sesuai dengan peruntukan dan sesuai pula spesifikasinya. (rus)