Kontingen dari Dompu Dilepas Bupati, Pengusaha Jagung akan Hadir di Penas Aceh

Dompu (Suara NTB) – Kontingen Pekan Nasional (Penas) petani nelayan di Aceh dilepas secara resmi Bupati Dompu, Drs. H. Bambang M. Yasin, di pendopo Bupati Dompu. Kesuksesan program jagung oleh Bupati Bambang dan berhasil meningkatkan produktivitas jagung masih menjadi topik yang diusung di Penas tahun 2017. Tiga pengusaha jagung yang ikut mendukung program jagung Dompu, juga akan menjadi peserta saat Bupati Dompu tampil sebagai pembicara di Aceh.

Bupati Dompu, H. Bambang M. Yasin berbincang santai dengan peserta saat pelepasan kontingen Penas.

Bupati Dompu, Drs. H. Bambang M. Yasin di hadapan kontingen Penas petani nelayan asal Kabupaten Dompu, Selasa, 2 Mei 2017 sore menegaskan, bahwa ia akan hadir di Aceh mengikuti Penas petani nelayan dan siap bergabung bersama peserta di pemukiman warga. Sehingga dirinya tidak ingin melepas para peserta kontingen Penas petani nelayan asal Dompu.

Kendati demikian, ia berharap para peserta untuk menjaga nama daerah dengan menjaga omongan, sikap dan perilaku di daerah orang. “Pada prinsipnya, di mana bumi dipijak di situ langit dijunjung,” pesan H. Bambang mengungkapkan salah satu peribahasa yang mengharuskan untuk menghormati adat istiadat di tempat berada.

Bambang mengatakan kehadirannya di Penas Aceh untuk menjadi pembicara yang diadakan Dewan Jagung Nasional pada Senin, 8 Mei 2017. Pada agenda ini, dirinya diminta untuk hadir bersama pengusaha jagung yang ikut menyukseskan program jagung Dompu.

“Itu artinya, tanggungjawab saya (menghadirkan pengusaha jagung) sudah selesai,” katanya ketika mendengar laporan Ketua KTNA Dompu, H. Zainal Arifin, S.Pd selaku ketua rombongan bahwa Penas Aceh akan dihadiri oleh 3 pengusaha jagung pemilik gudang di Dompu.

“Kita sebenarnya menginginkan agar pihak PT SMS juga bisa

hadir, tapi mereka tidak bisa hadir karena pada saat yang sama ada kegiatan di tempat lain,” kata Zaenal.

Selain itu, Bupati juga menyampaikan, dirinya juga diundang untuk menghadiri acara penerimaan MPPI Award dari Masyarakat Perbenihan dan Perbibitan Indonesia (MPPI), Minggu, 7 Mei 2017. Penghargaan ini diterima oleh tiga Gubernur termasuk Gubernur NTB dan enam Bupati se- Indonesia karena dinilai berhasil menumbuhkembangkan industri perbenihan nasional.

“Program jagung yang dilaksanakan di Dompu ini dinilai berhasil menumbuhkembangkan perbenihan nasional,” katanya.

Ia pun mendorong agar pengurus KTNA Dompu juga memulai penyiapan bibit jagung dari jagung produksi dalam daerah. Tidak sulit menyiapkan bibit, karena cukup memilih buah jagung terbaik dan dipipil secara manual. “Perbedaan harganya sampai seribu persen. Karena harga bibit jagung Rp.40 ribu per kg, sementara harga jagung pipilan saat ini Rp 3.300 hingga Rp 3.400 per kg di tingkat petani,” ungkapnya.

Untuk mendukung itu, H. Bambang mengatakan, studi banding di Kediri yang menjadi pusat pengembangan bibit jagung nasional perlu dilakukan kedepan. Apalagi Wakil Ketua DPRD Kediri yang pernah berkunjung ke Dompu beberapa waktu lalu, siap memfasilitasi untuk perbibitan jagung. “Tapi yang sulit itu, mendapatkan sertifikat (bibit),” aku H. Bambang.

Kontingen Penas petani nelayan di Aceh asal Kabupaten Dompu ini berjumlah 20 orang peserta utama. Para peserta ini akan bermukim di pemukiman warga, tapi masih tetap dalam satu Desa dengan kontingen Provinsi NTB lainnya. Peserta utama Dompu akan mengikuti beberapa perlombaan yang berhasil dimenangkan pada pelaksanaan pekan daerah (Peda) petani nelayan tahun 2016 lalu. “Jus jagung Dompu juara 1 di Peda dan akan mengikuti lomba di Penas,” kata H Zaenal Arifin ketua rombongan. (ula/*)