Digagalkan, Upaya Penyelundupan Bibit Lobster Senilai Rp 1,6 Miliar

Praya (Suara NTB) – Upaya penyelundupan bibit lobster melalui Lombok International Airport (LIA), Sabtu, 8 April 2017 berhasil digagalkan petugas keamanan bandara. Bibit lobster yang nilainya ditaksir mencapai Rp 1,6 miliar tersebut, kini sudah diserahkan ke Balai Karantina Ikan Kelas IIA Mataram. Setelah itu, bibit lobster sebanyak 23 ribu lebih ini akan dilepas kembali di Teluk Nara oleh pihak Balai Karantina.

Adapun pemilik Bibit Lobster, AH (42) warga asal Jakarta yang tinggal di Jimbaran Bali sudah diserahkan ke aparat berwajib guna penyelidikan lebih lanjut. Atas perbuatannya tersebut, tersangka diancam hukuman kurungan selama 6 tahun dengan denda maksimal sebesar Rp 1,6 miliar.

“Penggagalan upaya penyelundupan bibit lobster ini berlangsung sekitar pukul 06.00 wita,” terang General Manager (GM) PT. Angkasa Pura (AP) I LIA, I Gusti Ngurah Ardita, saat memberikan keterangan pers, di kantornya, Sabtu, 8 April 2017.

Penggagalan pengiriman bibit lobster bermula dari kecurigaan petugas Aviation Security (Avsec) LIA, terhadap dua koper milik tersangka saat melewati jalur X ray. Petugas kemudian memanggil tersangka yang sudah lebih dulu masuk terminal penumpang. Bersamaan dengan tersangka, petugas kemudian membuka koper tersebut.

Awalnya, tersangka mengaku koper hanya berisikan pakaian miliknya. Namun setelah dibuka, petugas menemukan puluhan kantong plastik berisi air. Setelah diteliti lebih detail, kantong plastik ternyata berisi bibit lobster. “Total ada 58 kantong plastik yang ditemukan dari dua koper tersebut,” ungkapnya.

Tersangka pun tidak bisa mengelak dan langsung digelandang petugas untuk menjalani pemeriksaan. Di hadapan petugas, tersangka mengaku Bibit Lobster hendak dibawa ke Batam dengan terlebih dahulu akan transit melalui Surabaya menggunakan pesawat Lion Air  JT823, dari Lombok ke Surabaya dan JT971 menuju Batam.

Terhadap tersangka saat ini masih menjalani pemeriksaan intensif untuk mengungkap asal bibit lobster termasuk kemungkinan adanya jaringan penyelundupan bibit lobster. Pasalnya, pada waktu yang hampir bersamaan, di Bandara Djuanda Sidoarjo, petugas juga berhasil menggagalkan upaya penyelundupan bibit lobster dengan tujuan Batam.

Untuk penanganan lebih lanjut, baik itu bibit lobster yang diamanakan maupun tersangka, semuanya diserahkan ke pihak Balai Karantina Mataram dan aparat kepolisian. “Terhadap tersangka akan ditangani pihak berwajib. Sementara untuk Bibit Lobster-nya akan dilepas kembali di laut,” tegas Pejabat Balai Karantina Ikan Kelas I Selaparang Mataram, Parhan Ramli. (kir)