Keluarga Muliati Temui Bupati Lobar

Advertisement

Giri Menang (Suara NTB) – Keluarga dari Muliati TKW asal Dusun Kebon Orong Desa Dasan Baru Kecamatan Kediri menemui Bupati Lombok Barat (Lobar) H. Fauzan Khalid, Selasa, 25 April 2017. Keluarga Muliati diundang oleh bupati untuk membahas persoalan yang kini dihadapi Muliati.

Selain itu, data identitas yang tercatat di BNP2TKI bersangkutan beralamat di Desa Darek Kecamatan Praya Barat Daya Lombok Barat, padahal Wilayah Darek Praya Barat Daya masuk wilayah Lombok Tengah. Pihak keluarga didampingi LSM Pancakarsa, Peduli Buruh Migran dan unsur terkait lainnya.

Ditemui usai pertemuan, Bupati Lobar H. Fauzan  Khalid siap menindaklanjuti masalah  ini akan memberikan berbagai masukan ke lembaga terkait yang memiliki kewenangan terkait kasus ini. Ia memastikan pemkab akan membantu all out sesuai kewenangan pemda. Pihaknya akan terus komunikasi dengan pihak terkait dalam hal ini BNP2TKI, termasuk dengan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu).

Plt. Kepala Dinas Tenaga Kerja Lobar Drs. H. Fathurrahim, MSi, mengaku, hasil penelusuran sementara yang dilakukan berdasarkan  dokumen BMP2TKI menyebutkan identitas Muliati menggunakan tempat tanggal lahir Genter 25/5/1989 alamat Darek Kecamatan Praya Barat Lobar. Ia masih berstatus belum kawin dan memiliki ibu atas nama Rohanah  serta bapak bernama Dahri.

Ia berangkat dengan nomor paspor AS598004. Identitasnya ini jelasnya yang perlu ditelusuri sebab Darek itu bukan di Lobar, namun Loteng. “Bisa jadi ini manipulasi identitas bersangkutan. Ini masih kita dalami, kami terus koordinasi dan komunikasi dengan BP3TKI,” jelas Asisten III Setda Lobar ini. Pihak terkait juga  terus berkoordinasi dengan KBRI Riyadh, sebab bersangkutan bekerja di Riyadh.

Muliati (20) TKW asal Dusun Kebon Orong Desa Dasan Baru Kecamatan Kediri Lombok Barat terpaksa melarikan diri dari majikannya lantaran hendak diperkosa oleh anak majikannya. TKW dua anak ini pun mengalami luka parah di bagian perut, bahkan tulang rusuk bagian belakangnya patah. Kini Muliati kabarnya tengah dirawat di rumah sakit di Arab Saudi.

Pihak keluarga yang resah dengan nasib Muliati berharap agar pemerintah segera memulangkan ke kampung halamannya. Salman misan dari Muliati menuturkan, Muliati berangkat ke Arab Saudi tujuh bulan lalu secara resmi. Keberangkatan kedua kalinya, karena sebelumnya ia pernah berangkat secara legal. Namun ia mengaku lupa nama perusahaannya. Hasilnya menjadi TKW ia mampu membangun rumah, sehingga berangkat lagi dengan harapan mencari uang untuk bisa melanjutkan membangun rumah yang ditinggalinya bersama suaminya. Namun nasib berkata lain, ia mengalami perlakuan yang tak senonoh dari anak majikannya. (her)

Disqus Comments Loading...

This website uses cookies.