Proyek RSUD Senilai Rp 64 Miliar Belum Dilelang

Mataram (Suara NTB) – Triwulan kedua, pengadaan fisik dan barang milik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Mataram senilai Rp 64 miliar belum dilelang.

Anggaran ini terdiri dari 17 paket pengadaan dengan item dan nilai berbeda. Diantaranya, pembangunan gedung UGD lima lantai senilai Rp 20 miliar, pengadaan ambulance Rp 300 juta, belanja modal alat kedokteran umum sumber anggaran dari dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) Rp 4,2 miliar. Demikian juga dengan pengadaan proteksi lingkungan dengan sumber anggaran yang sama mencapai Rp 1,8 miliar. Pembelian mobil ambulance dari dana alokasi khusus (DAK) Rp 1,087 miliar.

Selanjutnya, dengan sumber anggaran sama pembelian alat kesehatan ruang operasi Rp 10,855 miliar. Pengadaan alkes untuk ICCU Rp 1,034 miliar. Sementara, alkes untuk NICU Rp 997 juta.

Baca juga:  TP4D Rekomendasikan Putus Kontrak Proyek Jembatan Nasional

Item lainnya, pembelian alat kesehatan untuk pediatri intensif care unit (PICU) dari DAK senilai Rp 743 juta. Belanja modal alkes rawat inap kelas III Rp 1,235 miliar.

Alkes instalasi rawat jalan Rp 3,094 miliar, alkes untuk radiologi Rp 1,5 miliar, alkes laboratorium Rp 666 juta, belanja modal alkes CSSD Rp 1,235 miliar. Dan terakhir, belanja jasa BLUD mencapai Rp 15 miliar.

Direktur RSUD Kota Mataram, dr. H.L. Herman Maha Putra menjelaskan, prinsipnya pembangunan fisik gedung lima lantai seharusnya sudah ditender Bulan April. Ini bersamaan dengan penunjukan konsultan pengawas dari Semarang.

Sementara, pengadaan sumbernya dari dana bagi hasil cukai hasil tembakau dan dana alokasi khusus sudah berproses. Kecuali pengadaan ambulan harus ditunda, karena sistem e – katalognya mulai masuk awal Mei.

Baca juga:  Perluasan Gedung RSUD, Pemkot Mataram Pinjam Dana Rp 118 Miliar

“Ambulan ini melalui e – katalog. Secara kebetulan ambulan mau dibeli masuk e – katalog 1 Mei,” katanya¬† pekan kemarin.

Jack sapaan akrabnya menambahkan, pengadaan beberapa item dengan e – katalog sudah diproses semua. Dan, ia sudah konsultasikan dengan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.

Sistem pengadaan barang ini tidak terlalu rumit dibandingkan dengan proyek fisik.

“e – katalog sangat mudah tinggal mengklik diorder disiapkan kontrak dan dibayar,” ujarnya.

Secara hitung – hitungan 17 paket pengadaan barang dan jasa di RSUD bisa selesai tepat waktu. Termasuk pengerjaan IGD lantai lima anggaran mencapai Rp 20 miliar.

Kepastian itu setelah menerima laporan dari staf dan pegawai Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang berkonsultasi ke Semarang Jawa Tengah. “Insya Allah, kita yakin semua lancar,” ungkapnya. (cem)