Proses Hukum Oknum Kasek yang Diduga Cabuli Siswinya Dilanjutkan

Dompu (Suara NTB) – Kapolres Dompu AKBP Jon Wesley Arianto, S.IK., menegaskan akan melanjutkan proses hukum oknum Kepala Sekolah (Kasek) yang diduga melakukan pencabulan terhadap siswanya, Li (13). Meski pihak korban dan tersangka telah melayangkan surat damai, namun polisi tetap akan lanjut perkaranya. Hanya saja kendala yang dihadapi saat ini ialah belum lengkapnya keterangan saksi-saksi.

“Kesulitan kita mengenai perkara tersebut adalah saksi-saksi, karena saksi sudah damai dengan pihak pelaku sehingga enggan dipanggil, bahkan sampai kita jemput bola untuk memeriksa saksi ini,” katanya kepada wartawan saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat, 21 April 2017.

Pada prinsipnya polisi berkomitmen menuntaskan persoalan ini. Sajauh mana hasilnya akan ditentukan setelah proses penyelidikan selesai. Sementara itu jelas Kapolres, untuk bisa membuktikan

benar tidaknya perbuatan oknum Kasek tersebut maka dibutuhkan dua alat bukti yang cukup. Baik pihak yang menyaksikan pristiwa pencabulan maupun korban yang mengalami perlakuan bejat itu.

Sementara terkait alasan pembebasan oknum Kasek inisial Lk (60) ini lanjut dia, semata-mata akibat belum cukupnya alat bukti atas tindak asusila yang dilakukannya. “Seseorang itu ditahan karena sudah memiliki alat bukti yang cukup untuk dilakukan penanahanan, jadi penahanan itu tidak serta merta dilakukan oleh polisi,” jelasnya.

Komitmen Polres Dompu menuntaskan perkara ini sejalan dengan atensi khusus yang diberikannya terkait kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Dompu. Yang mana dalam empat bulan terakhir trend tindak asusila ini paling marak ditemukan. Dan mirisnya aktivitas pergaulan dan seks bebas kini makin sulit dikendalikan. (jun)