Pengurusan Izin Lewat Jalur “Online” Sepi Peminat

Mataram (Suara NTB) – Sejak diluncurkan tahun lalu, pengurusan perizinan lewat jalur online atau dalam jaringan (daring) masih sepi peminat. Pemohon masih lebih senang mengurus izinnya secara manual, dengan datang langsung ke Kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Kota Mataram. Demikian disampaikan Kepala Dinas PMPTSP Kota Mataram, Drs. Cokorda Sudira Muliarsa, MM kepada Suara NTB, Kamis, 30 Maret 2017.

“Ini sudah hampir satu tahun berjalan. Memang ada yang mengurus izinnya lewat jalur online ini tapi jumlahnya masih minim. Tidak sesuai dengan yang saya harapkan,” jelasnya. Jika dibandingkan pemohon yang datang langsung, Cokorda mengatakan sangat kecil. Namun ia tak menyebutkan secara rinci berapa persen perbandingannya.

Cokorda ingin warga Kota Mataram bisa mengurus izinnya lewat jalur ini. Karena melalui jalur daring ini, pemohon bisa lebih menghemat waktu karena tak perlu berkali-kali datang ke Kantor Dinas PMPTSP. Untuk ia berkomitmen akan semakin menggencarkan sosialisasi terkait pelayanan ini, termasuk juga ingin mengajari langsung pemohon yang datang ke kantornya bagaimana alur pengurusan izin melalui internet ini.

Baca juga:  NTB Cabut 46 IUP Mineral Logam

Tahun ini pihaknya juga akan menambah perangkat komputer sehingga layanan daring ini dapat berjalan maksimal. “Kita masih minim komputer, belum pengadaan,” katanya. Rencananya akan dibeli tujuh unit komputer, namun tak semua digunakan untuk layanan daring, melainkan juga untuk menambah perangkat di masing-masing bidang sehingga pelayanan kepada masyarakat bisa lebih maksimal.

Kendati layanan daring ini tetap berjalan, Cokorda mengakui masih agak lambat dan belum memuaskan. “Karena banyak warga yang belum bisa. Saya harus punya program khusus untuk sosialisasi dan bagaimana mengajari para pemohon ini,” terangnya.

Baca juga:  NTB Cabut 46 IUP Mineral Logam

Pengadaan komputer ini akan dilaksanakan pada triwulan kedua. Setelah perangkat bertambah, Cokorda akan  memasang target dimana setiap hari harus ada pemohon yang bisa mengurus izinnya melalui jalur daring. “Kalau komputer sudah tersedia, pokoknya nanti dalam sehari itu saya akan pasang target. Para pemohon akan diajari langsung bagaimana caranya mengurus izinnya melalui jalur online ini,” paparnya. “Saya akan dorong warga ini bagaimana agar bisa dan pelayanan ini bisa berjalan. Kabupaten lain saja bisa, masa saya ndak bisa,” imbuhnya. (ynt)