Banjir Bima Dilaporkan Mulai Surut

Mataram (suarantb.com) – Kepala Pelaksana BPBD NTB, Mohammad Rum mengatakan hingga Senin siang, 27 Maret 2017 banjir yang terjadi di Bima mulai berangsur surut. “Banjir sudah mulai surut, kecuali di beberapa kelurahan di Kecamatan Rasanae Barat yaitu Kelurahan Tanjung, Melayu, Paruga, Dara yang ini masih ada genangan tapi genangannya semata kaki saja,” jelasnya saat ditemui suarantb.com di Kantor Gubernur NTB.

Banjir Minggu malam yang terjadi di Bima diperkirakan merendam ratusan rumah. Dengan pengungsi berjumlah 2.500 jiwa di Kota Bima dan 4 ribu jiwa di Kabupaten Bima. Jumlah pengungsi asal Kabupaten Bima yang jauh lebih besar ini diduga Rum akibat kondisi masyarakat yang syok mendengar terjadinya banjir.

“Yang di kabupaten kebanyakan ngungsi di rumah keluarga masing-masing. Kecuali di Kota Bima memang tersebar di masjid, kantor walikota, tersebar di belasan titik pengungsian. Tapi sebagian sudah kembali ke rumahnya masing-masing untuk melakukan pembersihan,” katanya.

Pihaknya juga telah mengirimkan bantuan ke Bima Minggu malam. “Saya sudah lapor ke Pak Gubernur dan bantuan sudah dikirim tadi malam diangkut pakai satu truk dan minibus. Dibagi untuk kota dan kabupaten, itu bentuk perhatian dari pemerintah provinsi,” imbuhnya. Bantuan yang dikirimkan tersebut di antaranya berupa air mineral 200 dus, mi instan 400 dus, selimut 150 lembar, paket sandang 150 paket, family kit 150 paket dan kids ware 100 paket.

Menurut Rum, petugas baik di Kabupaten maupun Kota Bima sekarang lebih tanggap dalam menghadapi bencana. Hingga, kondisi tanggap bencana ini diakuinya tidak akan berlangsung lebih dari dua hari. Meski demikian, ia mengingatkan potensi bencana di NTB masih tinggi.

“Potensi masih ada selama cuaca ekstrem masih terjadi, ditambah dengan prasarana kita. Terus terang saja prasarana sungai kita belum siap. Kemudian juga kita punya hutan di hulu sudah rusak. Kalau hujan tiga sampai empat jam di Bima bisa dipastikan akan banjir,” jelasnya.

Selain Bima, banjir juga melanda Labuhan Tereng Kecamatan Lembar Lombok Barat Minggu kemarin, 26 Maret 2017. “Barusan Kalak (Kepala Pelaksana) BPBD Lobar whatsapp saya. Mungkin banjirnya tidak terlalu luas, jadi mungkin tidak terlalu parah, sudah bisa mereka handle,” tambahnya. (ros)