Fasilitas Pengolahan Air Laut KEK Mandalika Siap Berproduksi

Praya (Suara NTB) – Pembangunan fasilitas pengolahan air laut di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika sudah tuntas dikerjakan. Salah satu fasilitas penunjang utama kawasan Mandaalika ini pun sudah siap beroperasi guna memenuhi kebutuhan air bersih di kawasan yang telah ditetapkan sebagai kawasan strategis nasional tersebut.

“Untuk fasilitas pengolahan air laut, sudah siap beroperasi,” tegas Humas Indonesi Tourism Development Corporation (ITDC), H. Adi Sujono, kepada Suara NTB, Minggu, 26 Maret 2017 kemarin. Nantinya, fasilitas pengolahan air laut menjadi air tawar tersebut akan mampu memproduksi air tawar siap minum hingga 3.000 liter perdetik.

Yang nantinya akan disalurkan ke fasilitas-fasilitas pariwisata, seperti hotel, restoran dan fasilitas lainya dikawasan Mandalika. Warga sekitar kawasan juga bisa ikut menimkati layanan air bersih tersebut. Namun karena itu air hasil olahan air laut, maka harganya lebih mahal dari air PDAM. Sehingga sekmen pasar dari air olahan air laut tersebut, lebih kepada fasilitas-fasilitas pariwisata.

Baca juga:  Proyek "Bypass" LIA - Kuta Gunakan Pinjaman Bank Dunia Rp1,4 Triliun

Kendati sudah siap beroperasi, air bersih hasil olahannya sejauh ini belum bisa disalurkan. Karena memang jaringan pipanya belum siap. “Setelah ini baru akan dibangun jaringan pipa menuju fasilitas-fasilitas pariwisata yang ada,” tambahnya.

Diakuinya, ketersediaan air bersih menjadi atensi utama pihak ITDC dalam rencana pengembangan kawasan Mandalika. Karena memang air bersih merupakan fasilitas utama yang harus tersedia dan selalu dipertanyakan oleh calon investor. Selain listrik serta akses jalan.

Fasilitas pengolahan air laut itu sendiri dibangun, karena perkiraan kebutuhan air bersih dikawasan Mandalika akan cukup besar. Sementara kemampun pemenuhan air bersih dari PDAM sendiri belum mencukupi perkiraan kebutuhan yang ada.

Baca juga:  NTB Siapkan 200 Tenaga Konstruksi Kerjakan Proyek Infrastruktur MotoGP

“Tidak menutup kemungkinan, ITDC akan menggandeng PDAM Praya untuk mengelola dan mengembangkan pengolahan air laut ini kedepannya,” timpal Adi. Dan, sejauh pembicaraan ke arah itu sudah mulai dibangun dengan pihak PDAM Praya.

Terpisah, Direktur Utama (Dirut) PDAM Praya, L. Kitab, juga mengaku sudah menjalin komunikasi dengan ITDC. Terkait rencana pengelolaan fasilitas pengolahan air laut tersebut. Namun sampai sejauh ini belum ada kejelasan. Karena saat ini masih proses pembahasan kerjasama.

“Nanti kalau memang jadi kerjasama ini, kita informasikan,” jawab Kitab. (kir)