Izin Tak Kunjung Terbit, Alfamart Ingatkan Pemda Soal Gerakan Ekstra Parlemen

Jpeg

Advertisement

Dompu (Suara NTB) – Izin prinsip untuk membuka 20 unit Alfamart di Kabupaten Dompu yang diajukan sejak 1 September 2016 lalu belum mendapat tanggapan dari pemerintah daerah (Pemda). Alfamart pun melakukan dengar pendapat dan eksposes terkait bisnis serta komitmen Alfamart di hadapan DPRD Dompu. Pemerintah pun diingatkan ancaman gerakan ekstraparlemen dari kelompok pendukung kehadiran Alfamart bila tidak juga direspon.

Hal itu disampaikan Yeyen Seprian Rachmat selaku penghubung Alfamart dengan pemerintah daerah (Pemda) Dompu kepada wartawan usai hearing di DPRD Dompu, Kamis, 23 Maret 2017.

“Proses perizinan itu sebenarnya, kita sudah mulai sejak Agustus 2016. Kami ketemu dengan Bupati. Secara prinsip beliau menyampaikan saat itu, welcome dengan investasi di Kabupaten Dompu. Pernyataan lisan dari Bupati itu, kami formalkan dengan mengajukan izin prinsip kepada Bupati Kabupaten Dompu (1 September 2016),” katanya.

Namun hingga saat ini, kata Yeyen, tidak ada kepastian izin ini dikeluarkan. Pihaknya sudah menghadap mulai staf, pejabat eselon III hingga Sekda untuk menkomunikasikannya. Tapi hingga saat ini tidak ada kejelasan, diizinkan atau ditolak. “Sebenarnya yang ingin kami dapatkan, kejelasan itu terkait pertama kepastian berusaha, kepastian hukum dan dipastikan berjalannya asas – asas pemerintahan yang baik,” tegasnya.

Karena fungsi pemerintah lanjut Yeyen, memberikan pelayanan kepada siapapun golongan masyarakat termasuk pengusaha dan itulah yang diharapkan. Hal itulah yang belum didapat, sehingga melakukan hearing ke DPRD Kabupaten Dompu.

“Artinya, saluran formal di pemerintah daerah, kami belum mendapatkan kejelasan sampai hari ini. Oleh karena itu, perlu aspirasi ini kami sampaikan kepada DPRD Kabupaten Dompu,” katanya.

Yeyen juga mengingatkan, ketika saluran aspirasi melalui pemerintah, dan DPRD buntu, justru akan membuka ruang ekstra parlemen terjadi. Karena tidak semua elemen masyarakat Dompu menolak.

“Jadi ada sekelompok masyarakat yang mau, yang sudah membicarakan dan akibat pembicaraan – pembicaraan itu, ada investasi ikutan. Kami sudah melakukan survei, melakukan pemetaan wilayah, dan kami juga melakukan rekrut karyawan. Ini ada imbas. Kami dirugikan dengan sistem seperti ini,” kata  Yeyen.

Manajemen Alfamart, Faturrahman usai hearing juga menegaskan, kehadiran pihaknya tidak semata – mata berusaha mencari keuntungan, tapi juga berkeinginan untuk mengangkat perekonomian masyarakat dalam rangka peningkatan ekonomi di wilayah.

“Kalau kita mau meningkatkan pendapatan dan lebih baik, harus ada saingan. Kaya saya kerja, kalau ndak ada saingan. Saya nyante – nyante aja kerja,’’ tuturnya. (ula)

Disqus Comments Loading...

This website uses cookies.