Ratusan Koperasi di Sumbawa Mati Suri

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Sedikitnya 185 koperasi di Sumbawa tidak aktif lagi alias mati suri. Motivasi yang berubah dan lemahnya kelembagaan, menjadi faktor penyebab utama. Lemahnya keberpihakan kebijakan pemerintah juga turut mempengaruhi mati hidupnya koperasi di Sumbawa.

Sekretaris Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Sumbawa, Drs. Awaluddin melalui Kasi Kelembagaan Bidang Koperasi, Musleh Hadin, saat ditemui Suara NTB, Rabu, 22 Maret 2017 menyebutkan, koperasi yang aktif tinggal 2017, sebagian besar Koperasi Unit Desa (KUD) dan Koperasi Wanita. Bertahan dan timbul tenggelam di tengah nasib koperasi saat ini.

Sementara yang sudah tidak aktif lagi sebanyak 185 koperasi. Terdiri dari Koperasi Serba Usaha (KSU) 80 buah, Koperasi Petani (Koptan) 63 buah dan Koperasi Pegawai Negeri (KPN) 17 buah. Makin banyaknya koperasi yang mati suri, khususnya KSU dan Koptan lebih diakibatkan motivasi awal saat pendirian yang sudah keliru.

Koperasi didirikan lebih mengarah sebagai syarat mendapatkan bantuan hibah. Seperti bantuan alat pertanian. Begitu bantuan tidak ada lagi, maka koperasinya ikut mandek.

“Buat koperasi, sebagai syarat terima bantuan. Bagitu tidak ada bantuan lagi, pengurusnya sudah tidak aktif. Seperti alat pertanian yang kemudian malah dikelola secara pribadi,”cetus Musleh.

Sedangkan untuk KPN, lebih banyak tidak aktif karena adanya perubahan organisasi daerah dan mutasi pegawai. Selain faktor SDM pengelolanya. Faktor lain yang turut mempengaruhi eksesitensi koperasi adalah ketidakberpihakan kebijakan pemerintah. Dengan sejumlah regulasi yang justru mengamputasi pengelolaan koperasi.

“Misalnya, dulu KUD bisa menjadi pengecer pupuk, sekarang ditentukan oleh distributor yang notabene adalah pihak swasta,”cetusnya.

Meski demikian, Diskoperindag tidak patah arang. Terus melakukan pelatihan dan pembinaan langsung kepada koperasi yang masih aktif. Sambil berharap kedepannya ada keberpihakan pemerintah yang lebih jelas dalam penguatan koperasi. Terutama dari sisi permodalan. Agar sokoguru perekonomian bangsa ini tetap hidup dan terjaga. (arn)