Segel Kantor DPRD Dompu Dibuka

Dompu (Suara NTB) – Gedung 2 kantor DPRD Dompu yang disegel Ikhwayuddin AK, anggota DPRD Dompu dari FPAN akhirnya dibuka. Segel itu dibuka sendiri oleh anggota Dewan, Selasa (21/3/2017), setelah hearing dengan gabungan kelompok tani di ruang rapat utama kantor Dewan digelar.

Pembukaan segel kantor Dewan dilakukan sendiri oleh anggota Dewan, Selasa siang kemarin. Hal itu dilakukan karena tuntutannya terhadap Ketua DPRD Dompu, Yuliadin, S.Sos yang tidak hadir dalam beberapa kali rapat internal yang diundangnya sendiri, sudah mulai aktif.

Bahkan Ketua DPRD Dompu langsung memimpin acara hearing dengan gabungan kelompok tani Kecamatan Pajo yang menuntut pengelolaan kawasan hutan diserahkan kepada masyarakat.

 “Saya juga tidak tahu persis kapan dibuka. Tapi menurut Boy (sapaan bagi Ikhwayuddin AK), sudah tidak ada masalah dengan hadirnya Ketua (di DPRD) dan memimpin hering dengan kelompok tani yang meminta pengelolaan kawasan hutan,” kata Abdullah, S.Kel anggota DPRD Dompu saat dihubungi, Selasa.

Ketua DPRD Dompu, Yuliadin, S.Sos yang dihubungi terpisah terkait pembukaan segel kantor mengaku, tidak mengetahuinya. Karena dirinya belum berkantor di gedung 2 kantor DPRD yang belum rampung setelah direhab atapnya tahun 2016 lalu. Saat berkantor, Selasa padi dirinya berada di gedung 1 kantor DPRD dan menerima hearing kelompok tani dari Kecamatan Pajo.

“Saya ndak tahu, mungkin dibuka sendiri sama mas Boy. Tadi kita terima hering dari gapoktan di Pajo yang meminta pengelolaan lahan kawasan hutan diserahkan ke warga,” jelasnya.

Sebelumnya, Ikhwayuddin AK anggota DPRD Dompu yang juga ketua fraksi PAN menyegel pintu utama gedung 2 kantor DPRD. Aksi itu dilakukan sebagai bentuk protes kepada pimpinan Dewan yang sudah beberapa kali tidak menghadiri rapat internal yang ditandatangani sendiri oleh Ketua DPRD. Terlebih banyak agenda kerakyatan yang tidak terlaksana akibat tidak terlaksananya beberapa agenda rapat Dewan. (ula)