Dewan Kiritik Realisasi Anggaran dan Fisik di Lobar Nol Persen

Giri Menang (Suara NTB) – Berdasarkan evaluasi Tim Evaluasi dan Pengawasan Realisasi Anggaran (Tepra) APBN dan APBD Lembaga Kebijakan dan Pengadaan barang dan jasa pemerintah (LKPP), hingga bulan Februasi, realisasi fisik dan keuangan di Lobar masih nol persen. Rendahnya realisasi ini mendapatkan kritikan pedas dari kalangan DPRD.

Hal ini ditegaskan Sulhan Mukhlis Wakil Ketua DPRD Lobar kepada wartawan kemarin. “Kenapa realisasinya masih nol, karena eksekutor anggaran dalam hal ini SKPD lemah, baik SDM dan makanismenya berbelit-belit,” jelas sulhan.

Dijelaskan, salah satu penyebab pemotongan anggaran dari pusat baik DAK dan DAU karena persoalan kelambanan ini. Kementerian Keuangan, jelasnya, melihat serapan anggaran pusat  tiap tahun melambat.

Baca juga:  Dewan Naikkan Target PAD Kota Mataram Menjadi Rp500 Miliar

Disamping itu, Kemenkeu melihat saldo di masing-masing bank Daerah. Sehingga kadang anggaran tiap tahun menumpuk di akhir tahun. Untuk mengatasi persoalan ini, dana-dana atau program yang bersumber dari dana transfer pusat seharusnya cepat dieskekusi.

“Kenapa dipangkas dana DAK dan DAU itu karena lamban, tapi kalau sudah dikerjakan tidak bakal dipotong,” tukasnya.

Berbagai alasan kelambanan antara lain karena SK panitia dan Juklak Juknis belum ada. Soal ini, SKPD harus tanggap. Menurutnya ketidak pahaman  tentang mekanisme eksekusi anggaran di tingkat pengambil kebijakan juga menjadi faktor penyebab.

Seharusnya, pada saat Rapim ini dibahas lebih banyak, karena menyangkut eksekusi anggaran pusat. Jangan SKPD santai, begitu banyak dapat jatah DAU dan DAK kapan-kapan mau dikerjakan. Hal ini jelasnya yang salah. Terkait eksekusi fisik yang nol persen, menurutnya disinilah diuji kemampuan manajerial eksekutif.

Baca juga:  Menunggak Kerugian Negara, Lima OPD Diadili TPTGR

Kabag AP dan ULP Setda Lobar, Heri Ramadan mengklaim rendahnya realisasi fisik dan keuangan berdasarkan evaluasi Tepra diakui lantaran datanya belum diunggah. Rencana data ini digabungkan Simda keuangan dengan Tepra. Ia mengklaim, realisasi bukan nol persen sebab sejauh ini anggaran sudah dicairkan miliaran bahkan puluhan miliar.

“Belum di-entry datanya ke Tepra. Realisasinya sudah ada, sesuai triwulan. Memang persentase saat ini tidak banyak,” jelas Heri. (her)