Ini Pemicu TKI dari Bima Ingin ke Luar Negeri

Bima (Suara NTB) – Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Bima mencatat faktor utama pemicu banyaknya warga Kabupaten Bima yang memilih bekerja ke luar negeri, karena ikut-ikutan melihat keberhasilan rekannya yang duluan bekerja.

Menurut Kabid Pembinaan dan Penempatan Ketenangakerjaan Disnaker Kabupaten Bima, H. Mustafa H. Ar, seperti yang terjadi di Desa Mangge dan Hidirasa. Dua desa di Kecamatan Lambu ini, hampir sebagian warganya bekerja ke luar negeri dengan alasan mengubah nasib.

“Faktor utamanya melihat tetangganya yang sudah berhasil. Seperti membangun rumah, membeli tanah dan sebagainya. Terus diikuti warga yang lainnya,” kata Mustafa menjawab Suara NTB kemarin.

Menurut dia, di dua desa tersebut, banyak terdapat lahan yang kosong. Untuk dimanfaatkan atau dikembangkan sebagai area Pertanian dan Perkebunan. Hanya saja akibat fenomena ikut-ikutan tersebut, justru lahan yang ada menjadi telantar.

“Keinginan warga untuk bekerja di luar negeri sangat tinggi. Bahkan melalui jalur ilegal,  tanpa memikirkan dampak atau nasibnya saat berada di negara orang,” katanya.

Diakuinya, selain di Kecamatan Lambu. Warga di Kabupaten Bima yang paling banyak memilih untuk menjadi TKI dan TKW juga terdapat di Kecamatan Monta dan Sape. Kebanyakan mereka bekerja di negara Asia Pasifik.

“Seperti Malaysia, Brunei Darusalam, Singapura, Taiwan, Hongkong dan Jepang,” katanya.

Dia mengklaim proses interview yang dilakukan pihaknya terhadap calon TKI atau TKW yang akan diberangkatkan kerja di luar negeri membutuhkan waktu berjam-jam. Sehingga kepergiannya tidak ada desakan atau pengaruh orang lain.

“Kalaupun atas dasar keinginannya sendiri, tentu kita akan akomodir sesuai aturan yang berlaku,” ujarnya.

Dia menambahkan, untuk menghindari pengiriman TKI dan TKW melalui jalur ilegal pihaknya akan mulai melakukan sosialisasi mulai tingkat dari tingkat desa. Terutama di desa yang diketahui banyak warganya kerja di luar negeri.

“Yang jelas dalam hal ini kami membutuhkan kerjasama dan dukungan semua pihak. Agar animo masyarakat bekerja ke luar negeri berkurang,” pungkasnya. (uki)