Ditangkap Polisi, Ini Pengakuan Bocah Terduga Percobaan Pemerkosaan IRT

Advertisement

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Setelah beberapa hari dicari, Sl (13), pelajar SMP yang diduga nyaris memperkosa ibu rumah tangga (IRT) yang merupakan tetangganya sendiri. Upaya tersebut membuahkan hasil, mengingat Sl berhasil ditangkap di rumah pamannya, Senin, 6 Maret 2017 malam sekitar pukul 21.00 Wita.

Kasat Reskrim Polres Sumbawa, AKP Elyas Ericson, SH., S.IK, membenarkan adanya penangkapan Sl. Sebelumnya polisi bersama orang tua Sl sempat melakukan pencarian, termasuk mengecek ke rumah kakeknya. Namun Sl tidak ditemukan.

Ternyata, selama kabur Sl bersembunyi di sebuah rumah kosong di Kecamatan Unter Iwes yang merupakan kampungnya sendiri. Selama beberapa hari yang bersangkutan tidak makan. Setelah warga tidur nyenyak, Sl kemudian kabur dari rumah kosong tersebut. Selanjutnya Sl pergi ke rumah pamannya.

“Selama dia kabur, dia bersembunyi di rumah kosong di kampungnya beberapa hari. Dia ndak keluar makan. Kami bersama orang tuanya sempat mencari ke rumah kakeknya, tapi tidak menemukan yang bersangkutan. Kami baru menemukan Sl setelah mengecek ke rumah pamannya,” ujarnya.

Disebutkan Ericson, pihaknya akan melakukan penyidikan dengan profesional terhadap Sl. Dalam hal ini didampingi Lembaga Perlindungan Anak (LPA), karena yng bersangkutan masih di bawah umur.

Sl dijerat dengan pasal 289 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal sembilan tahun. Meskipun Sl masih di bawah umur, yang bersangkutan tidak bisa didiversi, mengingat ancaman hukumannya di atas tujuh tahun.

Pihaknya menghimbau masyrakat agar mempercayakan sepenuhnya proses penyidikan kepada pihak kepolisian. Kepada keluarga korban diminta untuk tetap bersabar dan tidak mendatangi ataupun mengancam keluarga Sl. Mengingat Sl sudah diamankan pihaknya.

Sl yang diwawancarai saat diamankan di Polres mengatakan sebelumnya tidak pernah merencanakan aksi yang dilakukan. Saat itu ia mengaku selesai menonton film porno di ponsel miliknya. Kemudian ia melihat korban mengenakan daster setelah menjemur pakaian.

Ia bernafsu dan berkeinginan melakukan perbuatan yang tidak senonoh terhadap korban. Sehingga saat korban berada di dalam rumahnya, Sl langsung memeluknya dan mencoba melakukan pemerkosaan.

“Tidak pernah merencanakan. Hanya kepingin saja, karena nafsu melihat menggunakan daster,” ujarnya.

Ditanya mengenai aksi pemukulan yang dilakukan terhadap korban, ia mengaku karena korban saat itu berontak. Percobaan pemerkosaan tersebut gagal, karena ada warga yang melihat.

Sementara bagian advokasi LPA Sumbawa, Fatriaturrahma, S.Pd yang diwawancarai terpisah menyampaikan tetap akan mendampingi Sl dari proses awal hingga selesai keputusan sidang. Pihaknya akan mengupayakan agar Sl dikirim ke Panti Sosial Paramita di Mataram untuk direhabilitasi. Meskipun proses hukum terhadap Sl tetap dilanjutkan. Rehabilitasi tersebut sangat penting dilakukan terhadap Sl. Karena ia sudah meresahkan masyarakat setempat dengan tindakan yang dilakukan. Jika tidak dilakukan rehabilitasi, dikhawatirkan ia akan tumbuh menjadi pribadi yang pendendam dan kerap melakukan tindak kekerasan.

Diakuinya, ia sudah berkoordinasi dengan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Reskrim Polres Sumbawa untuk mempercepat pemeriksaan Sl. (ind)

Disqus Comments Loading...

This website uses cookies.