Perbedaan Harus Dimaknai sebagai Anugerah

Taliwang (Suara NTB) – Bupati Sumbawa Barat, Dr. Ir. H. W. Musyafirin, MM mengingatkan supaya kesan berbeda yang ada dalam diri setiap individu harus bisa dimaknai bukan sebagai suatu masalah melainkan anugerah.

Melalui perbedaan, diharapkan bisa menyatukan persepsi, pemahaman, dan pemikiran tentang pentingnya kebersamaan. Oleh karenanya, diharapkan kepada semua stakeholder agar bisa mengelolah semua perbedaan-perbedaan yang ada selama ini dalam membangun Sumbawa Barat yang lebih baik.

“Saya mengajak kepada semua masyarakat untuk tidak memandang perbedaan ini sebagai suatu masalah yang harus dipersoalkan. Melainkan perbedaan, harus dianggap sebagai suatu keberagaman yang justru bisa mempererat persatuan, bukan sebagai ancaman,” ungkap Bupati, belum lama ini.

Menurut Bupati, dengan menghilangkan kesan perbedaan baik itu, suku, agama, dan ras yang ada maka semangat untuk bekerja sama akan jauh lebih baik. Oleh karenanya,

perbedaan dan keberagaman ini jangan sampai diartikan sebagai suatu masalah dan ancaman. Melainkan perbedaan ini harus bisa menjadi tali pererat masyarakat untuk bisa bersama-sama membangun daerah ini.

“Kita tidak bisa menafikan perbedaan ini, melainkan kita harus terima dan kelola masalah ini dengan baik,” sebutnya.

Seraya mengingatkan, jangan sampai dengan adanya perbedaan ini, masyarakat kemudian mencari celah untuk saling mencaci maki dan saling menistakan satu sama lain. Karena apabila hal tersebut sedikitpun terbesit didalam diri maka kemungkinan besar konflik juga akan terjadi. Sehingga roda pemerintahan tidak akan bisa berjalan dengan baik dan masyarakat tersejahterahkan akan sulit terealisasi.

“Saya berharap semua pihak bisa menjadi agen di tengah-tengah masyarakat dan bisa mengelola perbedaan ini dengan sebaik-baiknya. Sehingga konflik horizontal tidak terjadi di KSB,” tandasnya. (ils)