Ini Dia, Empat Event Nasional dan Internasional yang akan Digelar di Mataram

Mataram (Suara NTB) – Kota Mataram kembali dipercaya oleh Pemerintah Pusat dan organisasi kemasyarakatan sebagai tuan rumah penyelenggaraan kegiatan atau event tingkat nasional dan internasional.

Diantaranya, Konfrensi Nahdatul Ulama yang akan dihadiri sekitar 1.000 tamu dari seluruh Indonesia. Festival Jazz Internasional akan dihadiri musisi dunia. Kegiatan PDAM se – Indonesia serta Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia rencananya akan diselenggarakan pada Bulan Mei mendatang.

Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh mengatakan, Kota Mataram dipercaya oleh Pemerintah Pusat sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan nasional. Tahun ini, kembali dipercaya sebagai tuan rumah penyelenggaraan event nasional dan internasional.

Kegiatan itu, konferensi organisasi kemasyarakatan Nahdatul Ulama. Konfrensi tersebut akan dihadiri oleh 1.000 peserta dari seluruh Indonesia.

Kedua, Festival Jazz Internasional. Disampaikan, event skala internasional itu bakal dihadiri musisi dari seluruh dunia. Akan tetapi, Walikota sudah mengingatkan kepada panitia agar tetap mengedepankan visi misi Kota Mataram yang maju, religius dan berbudaya.

“Boleh ada kegiatan seperti itu tapi harus disesuaikan dengan visi Kota Mataram. Terutama dua visi terakhir religius dan berbudaya,” kata Walikota pekan kemarin.

Selanjutnya, PDAM seluruh Indonesia akan melaksanakan kegiatan di Kota Mataram. Dalam waktu dekat ini atau Bulan Mei mendatang sebut Walikota, akan diselenggarakan Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) regional IV.

Event berskala nasional maupun internasional tersebut menjadi kesempatan Kota Mataram mempromosikan potensi pariwisata. Pasalnya, potensi kepariwisataan sumber pendapatan bagi Pemkot Mataram.

“Event seperti ini menjadi kesempatan kita mempromosikan potensi kepariwisataan. Ribuan orang akan hadir ke sini,” ujarnya.

Orang nomor satu di Kota Mataram ini menekankan, semua kegiatan harus menyesuaikan dengan visi dan misi. Ia tidak ingin kegiatan skala nasional maupun internasional justru tak menghormati jargon yang telah dirawat selama ini.

Di satu sisi disampaikan bahwa, sebagai daerah dengan sumber pendapatan asli daerah dari jasa dan perdagangan, kegiatan itu memiliki dampak terhadap peningkatan pendapatan bagi daerah. Termasuk pelaku pariwisata dan industri kreatif. (cem)