Pilkada Lotim, Gerindra Sikapi Perpecahan Dukungan

Selong (Suara NTB) – Perpecahan arah dukungan kandidat calon Bupati Lombok Timur dalam tubuh Gerindra disikapi pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra. Wakil Ketua I DPC Gerindra Suharman bersama Ketua PAC Gerindra Masbagik, M. Badran Achsyid kepada Suara NTB, Senin, 27 Februari 2017 mengatakan perbedaan pandangan dalam tubuh Gerindra merupakan bagian dari dinamika politik.

Menurutnya, ada mekanisme partai yang harus dilalui dalam penentuan calon. Nama-nama kandidat yang muncul saat ini hanya sebatas wacana dan belum menjadi keputusan partai, baik untuk H. M. Sukiman Azmy, seperti disampaikan Ketua DPC Gerindra Syawaludin maupun H. M. Syamsul Luthfi seperti dikemukakan koalisi 9 PAC.

Mekanisme partai yang dimaksud Badran, usulan calon bupati ini dari pengurus DPC ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerindra di Jakarta.  Proses pengusulan ini melalui Dewan Pimpinan Daerah (DPD). Hal ini tertuang dalam pasal 22 ayat 2 huruf f, menyebutkan yang berwenang mengajukan usulan calon untuk bupati adalah DPC. Mekanismenya tetap melalui DPD. Pascadikeluarkannya rekomendasi DPP atas salah satu figur, semua kader harus satu kata untuk memperjuangkan figur tersebut.

Gerindra, sebutnya merupakan partai menganut instruksi komando dalam pengambilan keputusan. Meski demikian, semua aspirasi dari tingkat PAC tetap menjadi bagian dari pertimbangan DPC untuk selanjutnya diusulkan. “Setelah keluar rekomendasi tidak boleh lagi ada terpecah belah,” urainya.

Pilihan atas figur yang akan diperjuangkan Gerindra ini juga mengacu pada fakta-fakta politik di tingkat bawah. Antara lain, melihat hasil survei tingkat elektabilitas. Soal internal dan eksternal, bagi Gerindra akan mengedepankan dari internal.

Suharman menambahkan, perbedaan arah dukungan yang terjadi saat ini semata hanya dinamika politik. Masih sebatas isu yang dilontarkan pribadi-pribadi jajaran pengurus di tingkat PAC. “Itu sah-sah saja,” demikian ujarnya. (rus)