Pengangguran Menurun, Kemiskinan Membengkak

Giri Menang (Suara NTB) – Badan Pusat Statistik (BPS) Lombok Barat (Lobar) merilis data terbaru (tahun 2016), terkait jumlah kemiskinan dan pengangguran di daerah ini. Mengacu data ini, terdapat penambahan kemiskinan dari  110.700 jiwa atau 17.11 persen menjadi 17.38 persen setara113.300 jiwa. Terdapat penambahan penduduk miskin sekitar 2.600 jiwa.

‘’Sedangkan untuk angka penganguran justru terjadi penurunan menjadi 3,35 persen atau setara 10.381 orang dari 297.000 angkatan kerja. Tahun sebelumnya, pengangguran mencapai 12.203 orang atau 4,19 persen,’’ ungkap Kepala Bappeda Lobar, Dr. H. Baehaqi, Senin, 8 Februari 2017.

Menurutnya, penambahan warga miskin di Lobar, bukan karena tidak bekerja sebab melihat angka pengangguran terbuka di Lobar paling rendah kedua di NTB. Bahkan berdasarkan data statistik pengangguran terbuka mampu ditekan dari 4,19 persen menjadi 3,35 persen.

Baca juga:  21 Ribu Korban Gempa di NTB Jatuh Miskin

Lantas kenapa kemiskinan masih tinggi? Menurut hasil kajian yang dilakukan, rata-rata warga yang sudah bekerja memiliki upah sedikit sebab edit value rendah. Mengenai upaya meningkatkan edit value pemda mendorong dan meningkatkan program pemberdayaan masyarakat. Termasuk pada pembahasan musrenbangcam kali ini lebih mengarah pada musyawarah guna  lebih memperbanyak program memberdayakan masyarakat dengan menyentuh sektor real. Sebab jika  satu rumah tangga saja yang bisa buka usaha, maka bisa menyerap 10  tenaga kerja. Berbeda dengan pasar swalayan, justru tenaga yang diserap sedikit. “Bagaimana caranya? Ya memperbanyak usaha kecil seperti  buat kerepek, sirup buah yang sifatnya pengelolaan pascapanen,”jelasnya.

Selain itu, rendahnya upah di Lobar, karena pengelolaan pascapanen kecil. Meski angka kemiskinan sedikit bertambah, namun ia bangga lantaran tingkat keparahan kemiskinan dengan garis kemiskinan (poverty line) sudah tidak parah, kedalaman kemiskinan atau poverty gap juga sudah mulai dangkal, sehingga, tinggal bagaimana di garis (tingkatan) ini  ditingkatkan. Jika itu dilakukan dengan maksimal, maka ia optimis kemiskinan bisa diturunkan lebih drastis lagi.

Baca juga:  21 Ribu Korban Gempa di NTB Jatuh Miskin

Ia mengklaim, selain kemiskinan pihaknya mengungkap data distribusi pendapatan atau gini rasio terbaik di NTB, yakni kisaran 0,273. Kemudian pertumbuhan ekonomi naik menjadi 6,59. Capaian ini sedikit di bawah Sumbawa. Begitupula IPM Lobar melejit di posisi 4 dari sebelumnya posisi 8. “Termasuk pengangguran menempati peringkat terkecil nomor 2 di NTB,” klaimnya. (her)