200 ASN Pensiun, Pemprov Minta Pembukaan Rekrutmen CPNS di NTB

Mataram (Suara NTB) – Badan Kepegawaian Daerah (BKD)  menyebutkan lebih dari 200 Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemprov NTB memasuki usia pensiun tahun ini. Menyikapi kekurangan ASN ini, Pemprov NTB berencana berkonsultasi dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PANRB) serta Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terkait dengan permintaan pembukaan rekrutmen CPNS di NTB.

Kepala Bidang Mutasi BKD NTB, Wahibullah menyebutkan, sekitar 200 ASN yang pensiun itu pada akhir 2016 dan 2017. Pada tahun 2017 ini, pada bulan Februari, Maret, Agustus dan November banyak yang memasuki usia pensiun. Ia mengatakan, dengan banyaknya ASN yang memasuki usia pensiun, Pemprov menjadi kekurangan pegawai.

Baca juga:  Nasib 223 P3K Pemprov Masih Menggantung

Kekurangan ini terjadi akibat sejak 2014 lalu, Pemprov belum pernah membuka rekrutmen CPNS. Wahibullah mengatakan, ASN Pemprov yang ada saat ini kebanyakan pendidikannya umum. Padahal yang dibutuhkan adalah ASN untuk tenaga teknis.

“Dengan banyaknya yang pensiun setiap tahun, kita kekurangan pegawai. Insya Allah Pak  Kepala Badan dalam dua minggu ini  akan berkonsultasi ke Kementerian PAN RB dan Menteri Dalam Negeri terkait dengan permintaan rekrutmen CPNS ini,” terang Wahibullah dikonfirmasi Suara NTB, Selasa, 7 Februari 2017 di Kantor Gubernur NTB.

Baca juga:  Nasib 223 P3K Pemprov Masih Menggantung

Ia menjelaskan, dari belasan ribu ASN Pemprov NTB, dari sisi jumlah masih kekurangan pegawai. Namun, berdasarkan analisis jabatan, Pegawai Pemprov kelebihan, terutama tenaga-tenaga teknis.

Bahkan, untuk tenaga medis seperti perawat dan tenaga dokter, Pemprov masih kekurangan cukup banyak yang akan ditempatkan di Rumah Sakit H. L. Manambai Abdul Kadir  Sumbawa. “Sementara hasil pengangkatan K1 dan K2 itu kebanyakan  pendidikan umum. Di satu sisi kita memang kelihatan kekurangan pegawai. Tapi di sisi  lain berdasarkan analisa jabatan kita malah kelebihan pegawai,”tandasnya. (nas)