FK2GB Sepakat “Boikot” Pengukuhan AKAD

Giri Menang (Suara NTB) – Para kepala desa (kades) yang tergabung dalam Forum Komunikasi Kepala Desa Gunungsari-Batulayar (FK2GB) Lombok Barat (Lobar) sepakat tak menghadiri pengukuhan Asosiasi Kepala Desa (AKAD) yang menurut rencana digelar tanggal 8 Februari mendatang.

Tidak itu saja, sejumlah kades dari FK2GB secara pribadi mengambil sikap keluar dari AKAD.  Sikap para kades Gunungsari-Batulayar ini menyusul kekecewaan atas kinerja ketua AKAD yang baru yang dinilai tidak konsisten dalam menindaklanjuti hasil rencana kerja yang disepakati secara musyawarah mufakat di awal pemilihan AKAD.

Anggota FK2GB yang juga Kades Jeringo Syahril menegaskan sikapnya tak akan menghadiri pengukuhan AKAD. “Kami dari FK2GB sepakat tidak menghadiri pengukuhan, bahkan secara pribadi saya dan sejumlah kades menyatakan keluar dari AKAD,” tegas Syahril, Sabtu, 4 Februari 2017.

Syahril menilai Ketua AKAD, M. Zaini tidak konsisten dalam menjalankan hasil rencana kerja bahwa berdasarkan hasil musyawarah mufakat tim formatur yang menyusun dan merekomendasikan nama-nama pengurus. Namun sampai saat ini belum ada finalisasi hasil kerja tim formatur yang dikomandoi oleh Ketua AKAD terpilih.

Baca juga:  Menengok Hijaunya Lapangan Bola di Desa Lanta, Kabupaten Bima

Hal senada disampaikan Kades Bengkaung, H. Ahmad Junaidi. Menurutnya, sampai saat ini FK2GB belum menjadi anggota AKAD, karena AKAD belum dikukuhkan. Pihaknya lebih setuju jika para kades lebih fokus pada FK2GB.

Kades Lembar Sari H. Suratman bahkan menilai masukan-masukan dari sejumlah kades tak diindahkan Ketua AKAD baru terkait kepengurusan. Ketua AKAD dinilai memprioritaskan kades-kades tertentu yang dinilai dekat saja. Para kades katanya sudah pernah mengusulkan supaya pengurus mengakomodir keseimbangan wilayah, baik keterwakilan bagian selatan, tengah dan utara.

Sementara itu, Sekretaris FK2GB, Asmuni sangat menghargai masukan dari rekan-rekan kades tersebut. Ia pun secara pribadi tidak akan hadir pengukuhan AKAD. “Karena kinerja ketuanya ini tidak ada, kami kecewa,kritiknya. Ia juga menolak menjadi pengurus inti di AKAD. Ia atas nama FK2GB menghargai dan menghormati AKAD yang bakal menggelar pengukuhan.

Baca juga:  Terungkap, Mantan Kades Ini Beli Moge Pakai Dana Desa

Hal senada disampaikan Ketua FK2GB, Ahmadi, bahwa kades yang tergabung dalam FK2GB tidak hadir pada pengukuhan AKAD. Namun terkait sikap apakah keluar dari keanggotaan belum diputuskan. “Iya kami sepakat tidak hadir, tapi soal sikap keluar dari keanggotaan belum,” tegasnya.

Menanggapi hal ini, Ketua AKAD Lobar, M. Zaini menyatakan tidak mempersoalkan jika anggota FK2GB tidak hadir. “Tidak masalah, yang penting tetap kita undang tetap kita akomodir,”jelasnya. Menurutnya, AKAD bukan lembaga politik, namun menjadi ruang untuk sharing informasi, saling mengingatkan terkait hal-hal yang bersifat bagaimana desa bisa mandiri. Tidak ada ruang saling klaim-mengklaim, sehingga semua kades termasuk dalam keanggotaan. (her)