Mutasi ASN, Bupati Sumbawa Akui Adanya Kekeliruan

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Bupati Sumbawa, H. M. Husni Djibril menyadari adanya kekeliruan dalam memasukkan data dalam mutasi Aparatur Sipil Negara (ASN), khususnya ASN golongan 1 dan 2 yang banyak salah sasaran atau penempatan. Bupati mengakui khilaf, dan karenanya mereka dikembalikan lagi ke posisi semula sebelum dipindahkan.

“Ada kekeliruan dalam menginput data. Ini murni kekhilafan. Tidak di bawah perintah saya, tanpa sepengetahuan Sekda dan BKPP sebagai Baperjakat. Sebagian besar ASN golongan 1 dan 2 yang tiba – tiba digeser dari kecamatan satu ke kecamatan lainnya tanpa pertimbangan. Ada Ibu hamil yang harus pindah ke kecamatan lainnya, sementara suaminya berada di kecamatan yang berbeda. Ini kan salah. Padahal ini hanya jabatan staf biasa. Hanya karena teledor input data. Sebagai manusia tentu ada khilaf dan lupa, karena ada hampir seribu ASN yang kita geser dengan waktu kita yang terbatas,”aku Bupati kepada Suara NTB, Jumat, 20 Januari 2017.

Baca juga:  Mutasi di Sumbawa Dipastikan Tak Lewati Batas Waktu

Menurut Bupati, ada 152 ASN tersebut dan kini mereka langsung di SK-kan kembali oleh Bupati untuk ditempatkan pada posisi mereka yang semula. Memang atas perintahnya kepada Sekda dan BKPP (Baperjakat) untuk menyiapkan mutasi paling lambat akhir Desember. Supaya ASN ini tidak telat menerima gaji, seperti yang kini banyak dialami daerah lainnya.

Yang jelas, Bupati telah mengawalinya dengan penempatan Kepala Dinas, Sekretaris dan jabatan dibawahnaya Kabag dan Kabid. Namun beigitu sampai ke bawah, setelah dilakukan evaluasi bersama Wabup dan Sekda ditemukan 152 orang ASN yang salah sasaran.

Baca juga:  Bawaslu Sumbawa Tangani Dugaan Kasus Netralitas ASN

“Saya mohon maaf kepada pegawai yang bersangkutan, ini murni kesalahan input data,” tandasnya.

Kini pihaknya meminta kepada mereka untuk bekerja dengan baik di tempat semula. Dengan tekun dan penuh kedisiplinan. Yang jelas dalam mutasi yang dilakukannya, sudah ditempatkan orang – orang terbaik. Terutama untuk empat jabatan Kepala Dinas yang mendapatkan promosi melalui lelang jabatan, sudah diseleksi oleh Pansel dalam lelang terbuka lalu.

“Kalau ada yang menyangsikan, silakan datang temui saya, saya akan terbuka memerlihatkan nilai skor mereka kemarin. Saya tidak akan bermain – main,” tandasnya. (arn)