Korban Luka Tembak Bentrok di Bima Dirujuk ke RSUD Dompu

Dompu (Suara NTB) – Korban luka tembak senjata rakitan bentrok antarwarga Desa Risa dan Dadibou, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima, dirujuk ke RSUD Dompu. Korban tertembak tepat di bagian selangkangan.

Tim Dokter RSUD Dompu, dr. Putri Magarani kepada Suara NTB menjelaskan, luka parah yang dialami tersebut memaksa pihak RSU Sondo Sia merujuknya ke sini. “Pelurunya cukup dalam makanya dibawa ke sini,” ungkapnya saat di temui di ruang kerjanya, Senin, 16 Januari 2017.

Putri Magarani menyebutkan, luka serius yang dialaminya tersebut juga tak bisa ditangani pihak dokter RSUD Dompu, lantaran peralatan yang dimiliki masih sangat terbatas. Karenanya pasien akan lanjut dirujuk ke Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) di Mataram. Sementara identitas korban yakni Erwin (20) warga Desa Dadibou.

“Sekarang masih dalam perawatan dan akan dirujuk ke Mataram, karena fasilitas di sini juga terbatas,” ujarnya.

Wakpolres Dompu, Kompol Etek Riawan, SE., yang dikonfirmasi persoalan ini membenarkan adanya pasien yang merupakan korban luka tembak perang antarwarga di Bima. Kepolisian saat ini sedang menguruskan berkas pasien untuk bisa langsung berangkat operasi ke Mataram.

Terkait alasan pasien dirujuk ke Dompu apakah akibat adanya upaya penghadangan oleh salah satu desa, pihaknya belum berani memastikan. Bisa saja korban ini dirujuk lantaran jarak tempuh ke Dompu lebih dekat daripada harus ke Kota Bima. (jun)