Pengadaan Seragam Gratis di KSB Terus Dikebut

Taliwang (Suara NTB) –  Dinas Dikpora Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) menargetkan pengadaan baju seragam gratis bagi siswa SD hingga SMA dilakukan sesegara mungkin. Bahkan saat ini Pemkab setempat tengah melakukan persiapan untuk mengeksekusi terhadap pengadaan seragam ini.

Sekretaris Dikpora KSB, Drs. Tajudin, M.Si, Jumat, 13 Januari 2017 mengatakan, saat ini pihaknya tengah melakukan persiapan untuk melakukan eksekusi terhadap pengadaan seragam ini sesegera mungkin.

Paling tidak antara bulan Januari hingga Februari seragam tersebut sudah mulai didistribusikan kepada para penerima. Bahkan untuk pengadaan seragam ini, pihaknya tetap memberlakukan pola pemberdayaan yang telah dicanangkan Bupati. Oleh karenanya saat ini pihaknya tengah melakukan pola komunikasi dengan para penjahit yang ada di Sumbawa Barat.

Baca juga:  Perluasan Gedung RSUD, Pemkot Mataram Pinjam Dana Rp 118 Miliar

“Saat ini kita sedang melakukan komunikasi dengan para penjahit. Baik itu mengenai regulasinya maupun aturan yang akan mengatur proses tersebut (pengadaan),” ungkapnya.

Disebutkannya, dalam pengadaan seragam gratis ini, pemkab Sumbawa Barat sudah menyiapkan anggaran  sekitar Rp  10 miliar. Dengan jumlah anggaran tersebut, ia meyakini bisa meng-cover semua penerima seragam gratis ini.

“Kita sudah sediakan anggaran sekitar Rp 10 miliar untuk pengadaam seragam ini,” sebutnya.

Sementara untuk jumlah penerimanya tidak berubah sesuai dengan hasil pendataan yang dilakukan pihaknya tahun 2016 yakni sekitar 10. 995 orang. Jumlah tersebut meliputi, 2.823 (TK/RA), 2.845 (SD), 2.376 (SMP/MTs), dan 2.003 (SLTA/MA/SMK). Termasuk didalamnya siswa/siswi yang belajar di pondok pesantren yang ada di KSB.

Baca juga:  Pengadaan APE TK/PAUD Kota Bima Diduga Mubazir

Seraya berharap mudah-mudahan target pengadaan seragam ini tidak lewat dari tahun ajarannya. Mengingat penerima seragam ini merupakan siswa yang kelas satu baik itu dari TK sampai dengan SMA di tahun pelajaran 2016-2017. Oleh karenanya, pihaknya akan mempercepat proses pengadaannya. Sehingga pada tahun ajaran baru nantinya tidak terjadi penumpukan penerima seragam ini.

“Kita harus menyegerakan pengadaan seragam ini untuk mengantisipasi tahun pelajaran berikutnya,” tandasnya. (ils)