Pemda Dompu akan Kembangkan Jagung di Lapas

Dompu (Suara NTB) – Bupati Dompu, Drs H Bambang M Yasin melalui Asisten II Setda Dompu, H Soehartomo, SKM, MPPM berencana mengembangkan industri jagung di lahan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II b Dompu. Inisiatif tersebut dimaksudkan agar lahan aset Lapas bisa menghasilkan nilai ekonomis, terlebih sebagai upaya mengasah kreativitas warga binaan.

“Baik dengan menanam jagung maupun mengelolanya menjadi bahan pangan lain,” ungkapnya saat memberi sambutan dalam acara serah terima jabatan Kalapas Dompu, Kamis, 12 Januari 2017.

Keikutsertaan warga binaan untuk pengembangan jagung tentu akan berdampak pada meningkatnya pembangunan daerah, sekaligus menunjukan kuatnya sinergi antar elemen masyarakat dan pemerintah membangun Dompu. Minimal pemerintah telibat dalam hal penyediaan bibit dan kebutuhan lain yang sekiranya memungkinkan.

Baca juga:  Target PAD Dompu Tidak Capai 100 Persen di 2019

Selain itu, pengembangan industri jagung ini kata Soehartomo, tidak berarti menghambat aktivitas warga binaan untuk terus membumikan hasil lukisan diatas limbah kaca yang sudah tembus pasar lokal maupun nasional. “Hasil karya yang sudah ada ini tetap harus dikembankan dan dipertahankan,” katanya.

Terhadap Kalapas Dompu yang lama, Bupati memberi apreasi yang baik antas kinerjanya selama menjabat. Nihilnya temuan pegawai dan warga binaan yang positif narkoba dinilai capaian kerja yang baik, termasuk tak adanya temuan penderita HIV/AIDS di Lapas.

Untuk Kalapas baru Tri Wahyudi, Bc, Ip, SH., bupati berharap, bisa mempertahankan bahkan meningkatkan prestasi kerja yang dilakukan pimpinan sebelumnya. “LP adalah tempat yang paling rawan bagi penyebaran penyakit HIV/AIDS, dengan tidak adanya temuan ini kami harap bisa dipertahankan dan ditingkatkan lagi capaiannya,” harapnya.

Baca juga:  Soal CPNS KII, Bupati Dompu Minta Saran Kejaksaan

Kadivpas Kanwil KemenkumHam NTB, Subiantoro, Bc, Ip., SH., MM., dalam sambuatannya mengamini apa yang menjadi rencana pemerintah daerah. Langkah tersebut dinilai tepat sebagaimana target pembinaan yang terus dikembangkan pihak kementerian. Sekaligus hal ini mendukung langkah kementerian untuk memanfaatkan aset Lapas yang kini banyak terbengkalai. “Upaya kreatif mempersiapkan warga binaan yang mandiri ketika keluar harus tetap dikembangkan. Baik dengan menggalakan Lapas berbasis pesantren maupun kreatifitas lainya,” jelas Subiantoro. (jun)