Ibu Kota Gerung “Dikepung” Sampah

Giri Menang (Suara NTB) – Masalah sampah masih menjadi persoalan serius yang belum bisa tertangani oleh Pemda Lombok Barat (Lobar). Pasalnya, semenjak penanganan sampah diurus Dinas Tata Kota Kebersihan dan Pertamanan (Tahun 2016 lalu) tidak pernah maksimal. Bahkan masa transisi pemindahan bidang kebersihan yang menangani sampah ke BLH, menambah ketidakjelasan penanganan sampah. Hal ini menyebabkan sampah bertumpukan di mana-mana.

Bahkan, tumpukan sampah mengepung Gerung yang nota bene ibukota Kabupaten Lobar. Kondisi ini menimbulkan keluhan dari masyarakat setempat. Pantauan koran ini, di akses menuju Pasar Gerung, Kelurahan Gerung Selatan tampak sampah berserakan bahkan hingga menutupi badan jalan. Lokasi ini seolah menjadi Tempat Pembuangan Sampah sementara masyarakat sekitar, karena dibiarkan oleh pemda. Lokasi ini sudah lama dijadikan lokasi pembuangan sampah, sehingga warga pun terbiasa membuang sampah di lokasi tersebut.

Baca juga:  Pj. Sekda NTB Instruksikan Biro Kesra Pantau Kebakaran TPA Kebon Kongok

Warga Gerung, Sari mengeluhkan kondisi sampah yang berserakan di jalur pasar Gerung. Sampah

di lokasi ini, jelasnya, tak pernah bisa ditangani. “Selalu menumpuk di sini sampah, menganggu sekali,” katanya.

Keberadaan tumpukan sampah ini bahkan menghalangi akses jalan lantaran berserakan hingga ke badan jalan. Diakuinya, setiap hari akses jalan itu dilalui masyarakat khususnya para pedagang yang biasa berjualan di Pasar Gerung. Masyarakat dari berbagai desa di sekitar Gerung juga melewati jalur itu untuk membeli kebutuhan sehari-hari ke pasar. Semua warga yang melalui akses jalan tersebut terganggu akibat sampah berserakan. Tidak itu saja, tumpukan sampah mengeluarkan bau tak sedap, sehingga membuat masyarakat tak nyaman.

Baca juga:  Mulai Membusuk, Tumpukan Sampah Sejumlah TPS di Kota Mataram Dikeluhkan Warga

Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Lobar, HL Surapati mengakui, penanganan sampah dialihkan ke Dinas Lingkungan Hidup. Sejauh ini pihaknya belum action di lapangan untuk menangani persoalan sampah. “Belum ada action di lapangan, memang sampah ditangani di Dinas Lingkungan Hidup, karena Bagian Kebersihan dialihkan ke Lingkungan Hidup,“ jelas Surapati. (her)