Data BPS, Angka Kemiskinan Lotim Meningkat

Selong (Suara NTB) – Data Badan Pusat Statistik (BPS) terakhir menunjukkan angka kemiskinan di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) meningkat sebesar 0,14 persen. Data makro angka kemiskinan yang disajikan  terakhir tahun 2015 ini  mencapai 19,14 persen dari sebelumnya 19 persen.

Kepala BPS Lotim, Saphoan pada Suara NTB, menjelaskan,  data kemiskinan makro ini adalah total warga Kabupaten Lotim yang tingkat konsumsinya minimal 2.100 kalori per hari.

Dari jumlah penduduk Lotim 1,2 juta jiwa saat ini, maka jumlah penduduk miskin Lotim secara makro sebesar 222.019 jiwa. Selain kemiskinan secara makro, BPS juga memiliki data kemiskinan secara mikro. Terlihat data kemiskinan makro dengan mikro ini terpaut cukup jauh.

Jumlah angka kemiskinan makro mencapai 473.836 jiwa. Kemiskinan mikro ini lebih detail dan indikatornya tidak saja dari sisi konsumsi. Penjelasannya, kemiskinan mikro ini variabel indikatornya tidak dilihat dari konsumsi saja, namun juga dari sisi kondisi rumah dan lainnya.

Baca juga:  Ekonomi NTB Tumbuh 6,26 Persen, Wagub Ingatkan Jangan Lengah

Angka kemiskinan mikro lebih besar, katanya disebabkan di dalamnya dimasukkan warga yang hampir miskin. Kemiskinan makro, lanjutnya, adalah mereka yang berada di bawah garis kemiskinan. Sedangkan yang mikro, termasuk yang terancam miskin.

Wakil Bupati Lotim, H. Haerul Warisin yang juga Ketua Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) yang dikonfirmasi menjelaskan, masalah data kemiskinan ini tidak

saja dari statistik saja. Tapi harus melibatkan orang-orang yang ada di perkampungan.

Data-data yang tersaji dari laporan-laporan itu belum dipercaya. Menurutnya, fakta saat ini bisa dilihat pertumbuhan ekonomi masyarakat Lotim cukup baik. Di antaranya, angka remiten atau uang yang dikirim para TKI asal Lotim yang berada di luar negeri ke kampung halamannya di Lotim ini cukup besar.

Dari dana luar negeri yang diterima warga Lotim ini terlihat banyak yang digunakan untuk membangun rumah-rumah. Bangun sarana-sarana penunjang kehidupan. Fakta ini menunjukkan kesuksesan dan keberhasilan ekonomi masyarakat.

Baca juga:  Belanja Proyek Pengurangan Kemiskinan Disorot, Pemprov Perkuat Fungsi Pembinaan

Jika angkanya masih tinggi, terang wabup perlu dilakukan pendataan ulang. Lakukan pendataan dengan melibatkan tokoh-tokoh masyarakat dan pemuda yang jujur. Kecenderungannya, kalau tidak gunakan cara itu selama ini pemerintah atau instansi berwenang hanya mendapatkan laporan. Laporan pun identik dengan kepentingan. Kecenderungan lainnya, saat pendataan semua mengaku diri miskin dengan alasan agar dapat menerima bantuan. Inilah yang dinilai menjadi persoalan prinsip dalam hal pendataan.

Berikutnya dalam pandangan wabup, sejauh ini program-program yang dihadirkan pemerintah daerah kabupaten Lotim mendorong terus terjadinya pertumbuhan ekonomi. Ekonomi masyarakat Lotim ini pun terus membaik. Sehingga seharusnya, seiring dengan membaiknya perekonomian masyarakat kemiskinan pun harusnya menurun. Untuk mengetahui yang lebih ril, katanya perlu dilakukan data ulang angka kemiskinan. (rus)