Akibat Cuaca Buruk, Sejumlah Infrastruktur KSB Harus Dibenahi

Taliwang (Suara NTB) – Sejumlah infrastruktur rusak akibat cuaca buruk yang melanda di beberapa wilayah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) saat ini mulai dibenahi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Kepala Pelaksana BPBD KSB, Drs. H. Hamzah mengatakan, beberapa infrastruktur rusak yang saat ini telah dibenahi pihaknya di antaranya, jembatan dan badan jalan menuju desa Tua Nanga, jalan putus di wilayah Sedong dan overherd (pinggir jembatan) di kecamatan Jereweh.

“Alhamdulillah yang rusak itu sudah kita perbaiki semuanya,” katanya kepada media ini, Rabu, 4 Januari 2017.

Untuk jembatan dan badan jalan di desa Tua Nanga yang rusak akibat digerus aliran air sungai. Hamzah mengatakan, sejak awal pihaknya memprioritaskan perbaikannya. Hal ini dikarenakan jalan tersebut menjadi satu-satunya akses warga ke wilayah desa lainnya.

Baca juga:  Pelajar dan ASN NTB Gelar Salat Minta Hujan

“Sebenarnya ada jembatan lain, tapi tidak aman dilalui warga. Makanya begitu kita dapat laporan rusak, kami cepat-cepat mengupayakan perbaikannya,” timpalnya.

Demikian pula dengan akses jalan

yang terputus di wilayah Sedong. BPBD KSB harus bergerak cepat menutup ruas jalan yang rusak, karena anak-anak dari desa setempat kesulitan mencapai sekolah setiap harinya.

“Kita juga sudah perbaiki yang di Sedong sehingga anak-anak warga di sana bisa tetap menuju sekolahnya tanpa hambatan,” ujar Hamzah

Baca juga:  Dua Mahasiswa Jadi Korban, Warga Diminta Waspadai Bencana Musim Hujan

Ia menambahkan seluruh anggaran untuk perbaikan diambil dari Dana Tak Terduga (DTT) yang disiapkan pemerintah untuk penanggulangan bencana.

Hamzah mengatakan, selain infrastruktur di atas masih ada beberapa fasilitas umumnya yang rusak akibat digerus air. Seperti jembatan di desa Benete, embung di Jereweh dan desa Lalar Liang. Hanya saja ketiga infrastruktur itu sementara ini belum dilakukan perbaikan karena akan langsung ditangani dinas teknis dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum (PU).

“Kerusakannya juga belum urgen untuk dilakukan perbaikan segera. Makanya kita sepakat biar nanti ditangani langsung oleh (Dinas) PU,” sebutnya. (bug)