Segera Dilimpahkan ke Kejaksaan, Berkas Kasus Kades Bagek Polak P21

0
72

Giri Menang (Suara NTB) – Kades Bagek Polak, Amir Amraen Putera menyatakan pihaknya memperoleh pemberitahuan dari aparat bahwa berkas kasusnya telah dinyatakan lengkap atau P21. Ia sendiri tak mempersoalkan kasusnya P21 sebab hal biasa proses hukum memasuki P21. Pihaknya akan tetapi mengikuti proses hukum sesuai proedur hukum yang berlaku.

“Sudah P21, saya sih ndak masalahkan itu karena hal biasa perkara P21. Saya juga akan ikuti peoses hukum,” jelasnya ditemui kemarin di Giri Menang.

Amir mengakui, bahwa perkaranya diketahuinya telah P21 dari pihak aparat. Langkah selanjutnya, pihaknya sendiri bakal mengikuti proses hukum yang tengah berjalan.

Pihaknya sendiri sudah berbuat baik untuk mengupayakan islah (berdamai) namun pihak pelapor tak mau.

Amir menegaskan, bahwa tindakan yang dilakukan tidak bermaksud menganiaya warganya sendiri namun murni bentuk upaya pembinaan terhadap warganya yang bertindak kurang sopan terhadap aparatur desa khususnya terhadap dirinya selaku Kepala Desa.

“Tindakan ini bentuk pembinaan, apa iya saya membiarkan warga bertingkah begitu. Kalau dibiarkan hancurlah negara ini. Tindakan ini murni bukan bermaksud melakukan penganiayaan. Masak saya aniaya warga sendiri,” jelas Amir.

Kapolsek Labuapi, Ipda Sugeng Aristo mengakui belum memperoleh pemberitahuan dari kejaksaan bahwa berkas perkara Kades Bagek Polak sudah P21. Ia mengaku belum menerima pemberitahuan terkait penetapan P21. Pihaknya menyangkal jika menyembunyikan perihal penetapan P21 tersebut.

“Saya belum terima pemberitahuan dari kejaksaan soal penetapan P21 ini, betul kami belum terima,” aku Kapolsek Labuapi ini.

Informasi terkait penetapan P21 ini jelasnya, kemungkinan langsung dimonitor oleh bersangkutan di Kejaksaan langsung sehingga lebih awal mengetahui penetapan P21 tersebut.

Pihaknya bakal menunggu pemberitahuan hingga besok (hari ini) dari pihak kejaksaan. Setelah diterima pemberitahua tersebut, pihaknya bakal mengungkap di media. Ia mengaku, perkara ini memang sudah lama dilimpahkan ke Kejaksaan. Namun terkait penetapan P21 pihaknya belum menerima secara resmi. Langkah setelah menerima P21 ini selanjutnya akan mempersiapkan untuk melimpahkan barang bukti dan tersangka.

  Terjerat Persoalan Hukum, Kades Pemongkong Dicopot Sementara

Apakah tersangka ditahan? Menurutnya, dari pihak kepolisian tidak menahan namun dari pihak kejaksaan langsung. “Setelah kami limpahkan, apakah mau ditahan atau tidak, itu ranahnya kejaksaan,” jelasnya.

Pihak penyidik tak menahan kades bagek polak pascapenetapan menjadi tersangka, menurut pertimbangan penyidik bahwa bersangkutan tak akan kabur,lari dan tak mengulangi perbuatannya. Atas dasar itu, pihaknya tak menahan.

Kasus bagek polak sendiri, disangkakan pasal 351 ayat 1 dengan ancaman hukuman dibawa 5 tahun. Pihaknya menyangkal tudinga bahwa ada perbedaan dalam penanganan kasu tersebut, lantaran bersangkutan kalangan pejabat kades.

“Tidak ada perbedaan, semua sama dihadapa hukum,” tegasnya. (her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here