Buta Aksara di KSB Masih Tinggi

Taliwang (Suara NTB) – Data buta aksara di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) masih cukup tinggi. Data tahun 2015 dari total penduduk usia 15 tahun ke atas sebanyak 91, 307 jiwa yang melek huruf baru mencapai angka 85, 461 jiwa. Sedangkan penduduk yang belum melek huruf (buta huruf) sebanyak 5,846 jiwa. Jumlah tersebut masih didominasi oleh kaum perempuan sebanyak 3,517 orang dan 2,329 laki-laki.

“Kalau kita persentasekan ada sekitar 6,4 persen penduduk KSB yang masih belum melek huruf. 7,74 persennya disumbang oleh perempuan dan 5,08 persennya lagi dari laki-laki,” ungkap kepala Badan Pusat Statistik (BPS) KSB Kepala Ir. Muhammad Akhyar, SP, kepada Suara NTB, Jumat, 9 Desember 2016.

Baca juga:  DPMPD Dukcapil NTB Gelar Bimtek Dorong Terwujudnya Akses Pemanfaatan Data

Namun demikian, ia tidak memungkiri bahwa empat tahun terakhir angka buta aksara di Sumbawa Barat terus mengalami penurunan. Pada tahun 2011 data buta aksara berada di kisaran 8,53 persen, setahun setelahnya (2012) kembali menurun menjadi 7,50 persen, tahun 2013 berada pada angka 6,86 persen, di tahun 2014 berada pada angka 5,6 persen dan di tahun 2015 berada pada angka 6,4 persen. Sementara di tahun 2016, pihaknya masih  belum menerima data angka buta aksara tersebut. Melainkan pihaknya masih menunggu keluarnya hasil secara nasional terlebih dahulu.

Baca juga:  Pemprov NTB Validasi Ulang BDT Kemiskinan

Disebutkannya, adanya peningkatan jumlah buta aksara di tahun 2015 tersebut terjadi karena keaksaraan fungsional yang dicanangkan oleh Pemkab setempat tidak berjalan berkesinambangun. “Keaksaraan fungsional ini tidak diperhatikan dengan baik sehingga terjadi peningkatan,” ungkapnya.

Seraya berharap dengan adanya data ini, Pemkab bisa memiliki acuan untuk mengambil sikap. Sekaligus melakukan evaluasi terhadap kegiatan penuntasan buta aksara yang dilakukan selama ini. (ils)