Kasus Penyelundupan Benih Lobster Dilimpahkan ke Kejaksaan

Taliwang (Suara NTB) – Berkas perkara kasus penyelundupan benih lobster yang ditangani oleh Polres Sumbawa Barat sudah P21. Dengan demikian, tersangka dan barang bukti sudah diserahkan ke Kejaksaan Negeri Sumbawa.

Kapolres Sumbawa Barat melalui Kasat Reskrim Iptu I Putu Agus Indra Permana SIK kepada Suara NTB, Senin, 5 Desember 2016 menyebutkan, untuk perkara kasus penyelundupan benih lobster yang ditangani pihaknya sudah memasuki tahap P21. Bahkan hari ini (kemarin red) pihaknya melakukan penyerahan tersangka dan barang bukti kepada Kejaksaan Negeri Sumbawa).

Adapun barang bukti yang diserahkan diantaranya, jaring-jaring digunakan oleh tersangka ST (36) dan AN (24) untuk menangkap benih lobster. Juga ada barang bukti kendaraan yang digunakan oleh para tersangka. ‘’Kita sudah serahkan semua ke Kejaksaan baik itu tersangka maupun alat bukti lainnya,’’ ungkapnya.

Dengan berkas sudah  P21, pihaknya memiliki referensi dan landasan hukum dalam menangani kasus ini apabila nantinya terjadi lagi. Tentu dengan konstruksi kasus yang sama, pihaknya bisa menggunakan yuridis prudensi perkara ini. Artinya pihaknya bisa mengambil tindakan lebih lanjut apabila kasus seperti ini terulang kembali. Bahkan terhadap kedua pelaku ini dijerat dengan pasal 88 jo pasal 100 UU Nomor 45 tahun 2009, dengan ancaman pidana enam tahun penjara.

Disinggung mengenai penanganan kasus penyelundupan benih lobster yang terjadi sebelumnya, ia menyebutkan pihaknya tidak bisa mengambil tindakan lebih lanjut. Pasalnya masih terkendala alat bukti yang masih kurang. Bahkan pelaku yang merupakan pemilik lobster ini juga tidak diketahui. Mengingat benih lobster ini hanya dititipkan kepada kondektur dan sopir bus.

Sementara hasil pemeriksaan terhadap sopir dan kondektur, tidak mengetahui secara pasti siapa pemilik lobster ini. ” Kasus-kasus penyelundupan benih lobster yang sempat kita tangani sebelumnya belum bisa kita tindak lanjuti karena terkendala alat bukti,” ungkapnya.

Agus Indra menambahkan, guna meminimalisir kembali terulangnya kasus ini, pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk tidak tergiur dengan nilai ekonomis benih lobster ini cukup mahal di pasaran. Karena hewan ini dalam dalam pengawasan dan menyalahi aturan perundang-undangan yang ada. Mengingat hewan ini masih dalam bentuk benih. ” Kita mengimbau kepada masyarakat untuk lebih bijak lagi dalam mencari penghidupan. Jangan sampai apa yang dilakukan bisa menjerumuskan dirinya ke dalam tindak pidana,’’ katanya mengingatkan.

Catatan Suara NTB, kasus ini mulai ditangani pihaknya sejak tanggal 2 November silam. Kasus ini berawal ketika adanya giat rutin yang dilakukan oleh jajaran Polsek Maluk. Ketika kedua terduga pelaku ini melintas, anggota langsung melakukan pengecekan terhadap barang bawaan keduanya. Ketika dibuka, ditemukan lima bungkus plastik, masing-masing plastik berisi sekitar 100 benih lobster. (ils)