Curas terhadap WNA Marak, Dewan Minta Pemkab Lakukan Pendekatan Sosiokultural

Advertisement

Mataram (suarantb.com) – Ketua Komisi II DPRD NTB, H. Lalu Jazuli Azhar meminta Pemkab Lombok Tengah (Loteng)  lebih massif memberikan penyadaran pentingnya menjaga keamanan wisatawan kepada  masyarakat. Harus ada pendekatan secara sosiokultural yang harus dilakukan untuk menekan kasus pencurian dengan kekerasan (curas) terhadap Warga Negara Asing (WNA).

“Saya kira harus ada pendekatan sosiokultural,” ujar Jazuli, Senin, 5 Desember 2016.

Menurutnya, kejahatan menggunakan kekerasan yang menimpa WNA di Loteng menjadi permasalahan menahun yang mencoreng  pariwisata NTB. Oleh karena itu, Pemda melalui dinas terkait, kepolisian dan masyarakat harus bersinergi menangulangi permasalahan itu. “Saya kira harus ada sinergi melibatkan masyarakat,” sarannya.

Hal senada juga disampaikan Anggota Komisi II DPRD NTB,  Ir. Made Slamet, MM. Ia mengingatkan salah satu indikator kemajuan pariwisata adalah keamanan. Oleh karena itu,  masyarakat harus menjaga keamanan tersebut sebagai bagian dari tanggungjawab memajukan pariwisata NTB.

“Masyarakat harus menjaga keamanan. Karena orang berwisata kan nyari ketenangan,” ujar Made.

Ia memberikan pandangan bagaimana pulau Bali bisa sangat maju dalam mengelola pariwisatanya. Karena  keamanan wisatawan menjadi sektor penting yang dijunjung tinggi oleh masyarakat Bali.

“Lihat Bali, kalau dari segi keindahan, nggak bisa ngalahin Lombok ini. Hanya keamanan saja,” ucapnya.

Terkait dengan maraknya kejahatan terhadap WNA, ia meminta agar pemerintah termasuk dalam hal ini tokoh-tokoh masyarakat di Loteng untuk lebih gencar melakukan pendekatan bagaimana pentingnya menjaga keamanan. Sehingga nantinya menjaga keamanan menjadi membudaya di tengah-tengah masyarakat Loteng.

Untuk diketahui, dari data Polda NTB, dari Bulan Januari-September 2016, tercatat ada 42 kasus kejahatan terhadap WNA yang terjadi di Kabupaten Loteng. (ast)

Disqus Comments Loading...

This website uses cookies.