Konflik Dua Desa di Bima Mereda

Bima (Suara NTB) – Pelaku pembacokan terhadap AD, warga Desa Risa, akhirnya ditangkap oleh jajaran Polres Bima, Selasa, 29 November 2016. Oknum inisial S itu diketahui merupakan oknum warga desa Dadibou Kecamatan Woha.

Tertangkapnya remaja yang berusia 17 tahun itu, praktis membuat situasi desa Risa dan Dadibou Kecamatan Woha berangsur-angsur mereda. Pasalnya kasus pembacokan itu menjadi pemicu bentrokan dua kelompok warga setempat, belum lama ini.

Kapolres Bima, AKBP M. Eka Fathurahman, S.IK, dimintai konfirmasi membenarkan hal tersebut. Kata dia, penangkapan bersangkutan berdasarkan keterangan dan petunjuk dari saksi-saksi yang diperiksa.

“Saat penyidik memeriksa para saksi-saksi, pelakunya mengarah ke oknum ini,” katanya kepada Suara NTB, Rabu, 30 November 2016

Berdasarkan hasil pemeriksaan, oknum yang diamankan itu telah mengakui perbuatannya. Ia membacok akibat emosi, karena tersinggung dengan perkataan korban yang kasar, dan juga menghina orang tuanya.

“Karena tersinggung oknum ini emosi, sehingga langsung membacok korban pada bagian punggung,” ujarnya.

Kapolres mengatakan, tertangkapnya oknum tersebut membuat konflik di kedua desa yang berbatasan itu mulai kondusif. Pasalnya sejak kejadian pembacokan, Minggu (27/11) sore hingga Selasa (29/11), kedua desa saling bersitegang.

Kapolres masih menyiagakan sejumlah anggota di dua desa setempat untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. (uki)