Kebhinnekaan Tidak Boleh Rusak di KSB

Taliwang (Suara NTB) – Dandim 1607/Sumbawa Letkol Arm Sumanto, S.Sos mengajak semua masyarakat untuk tetap menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika. Tidak terkotak-kotak oleh suku, agama, dan ras yang bisa merobohkan keutuhan NKRI Semangat untuk menjaga hal tersebut (NKRI), harus ditanamkan sedini mungkin di dalam diri setiap orang guna menangkal hal-hal yang akan memecah belah NKRI.

“Walaupun kita berbeda suku dan agama tapi kita satu, dalam bingkai NKRI Bhineka Tunggal Ika. Mari┬ákita jaga persatuan dan kesatuan daerah dalam bingkai NKRI yang kita cintai ini agar merah putih tetap jaya dan berkibar,” ungkap Dandim kepada Suara NTB, Rabu, 30 November 2016.

Diakuinya, dalam menyatukan semua perbedaan, tidaklah mudah. Tetapi apabila perbedaan ini dimaknai oleh masing-masing individu bukan sebagai ajang untuk mencari kesalahan melainkan untuk memupuk kebersamaan. Maka perbedaan ini tidak akan menjadi masalah yang bisa memecah belah NKRI nantinya. Namun dalam menyikapi masalah perbedaan ini lanjutnya, ada hal-hal yang perlu diperhatikan. Seperti, dalam konsep mayoritas harus bisa menghargai yang minoritas. Selain itu, sebagai minoritas juga harus bisa menghormati yang mayoritas. Apabila hal tersebut sudah ditanamkan di dalam diri masing-masing individu maka kasus-kasus yang diakibatkan oleh masalah perbedaan ini bisa semakin ditekan.

“Itulah wujud dari Bhinneka Tunggal Ika sebagai dasar negara yang harus kita jaga bersama,” sebut Dandim.

Oleh karenanya lanjut Dandim, di dalam lambang Indonesia (Burung Garuda) yang dipertahankan adalah semboyan Bhinneka Tunggal Ika,┬ábukan lambangnya. Boleh kepala dan sayapnya lepas, badannya hancur, tetapi Bhinneka Tunggal Ika harus tetap berdiri kokoh dan berjaya di Nusantara ini. “Bhinneka Tunggal Ika ini harus kita jaga dan kita pupuk. Sehingga hal-hal yang akan mengganggu keutuhan NKRI bisa kita hilangkan,” tegas Dandim. (ils)