Capaian Proyek SKPD, Walikota Jadikan Bahan Evaluasi

Mataram (suarantb.com) – Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh menyampaikan pencapaian pengerjaan proyek masing-masing SKPD jadi bahan pertimbangan dan evaluasi terhadap kinerja para pimpinan SKPD. Karena itu ia meminta pimpinan SKPD yang memiliki proyek yang masih dikerjakan jelang akhir tahun ini membuat jaminan proyek-proyek tersebut dapat tuntas tepat waktu.

Sanksi juga harus diberikan kepada pelaksana proyek sesuai aturan yang berlaku jika pengerjaan proyek tak rampung sampai waktu yang telah ditetapkan. Demikian disampaikan Ahyar, Rabu, 30 November 2016.

Kendati demikian, Ahyar mengatakan keterlambatan pengerjaan proyek-proyek tersebut dapat ia maklumi. Sebab beberapa proyek juga terkendala kebijakan fiskal pemerintah pusat pada pertengahan tahun ini, seperti penundaan pencairan Dana Alokasi Umum (DAU), pemotongan DAK dan dana bagi hasil pajak dan bukan pajak.

Baca juga:  Pemprov Ajak Loteng Bahas Bendungan Mujur

“Karena memang semua itu berpengaruh, dari fiskal kemarin, adanya pemotongan-pemotongan dan lain sebagainya,” terangnya, Rabu, 30 November 2016.

Ia pun menyampaikan, proyek-proyek yang bersentuhan langsung dengan penanganan kemiskinan, pelayanan-pelayanan dasar seperti pendidikan dan kesehatan harus diutamakan. Program-program lain seperti pembangunan fisik yang dianggap tidak terlalu mendesak ditunda.

“Proyek-proyek itu, mana yang tidak berjalan, mana yang tidak dilaksanakan akan saya lihat. Bisa saja memang tidak kita laksanakan,” tambahnya.

Baca juga:  Somasi Soroti Rencana Pembangunan Graha DPRD Mataram

Pencapaian masing-masing SKPD ini pun akan menjadi bahan pertimbangan sebelum melaksanakan mutasi akhir Desember nanti. Kendati demikian, tidak serta-merta penilaian ditentukan dari hasil pencapaian proyek yang dikerjakan oleh SKPD terkait. Ia mengatakan, masih banyak aspek pertimbangan lainnya.

“Kita tidak boleh dong melihat dari satu sisi saja. Ini proyeknya ndak jalan, langsung kita berikan penilaian. Harus kita lihat ada beberapa aspek di situ, apa persoalannya sehingga proyek tersebut tidak jalan,” tandasnya. (rdi)