Ratusan Warga Ketapang Raya Belum Punya Rumah

Selong (Suara NTB) – Sekitar 200 Kepala Keluarga (KK) di Desa Ketapang Raya Kecamatan Keruak belum memiliki rumah. Kalaupun ada, disebut masih tidak layak huni. Kehadiran program rumah nelayan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) tahun 2015 lalu dinilai sangat membantu meski belum semua warga bisa menikmati.

Kepala Desa Ketapang Raya, Sayid Zulkifli, mengaku, rumah nelayan yang dibangun hanya untuk 100 orang. Proyek Kementerian PU Pera senilai Rp 21 miliar itu saat ini belum bisa diisi semua, karena masih terkendala fasilitas listrik yang belum lengkap. Sudah terisi baru 60 KK, sisanya 40 KK masih menunggu listrik. Masalah listrik perumahan nelayan itu sudah coba diinisiasi dengan memasangkan KWH dengan skala besar, sehingga bisa memenuhi kebutuhan 60 KK.

Selain itu, warga penghuni perumahan nelayan ini juga menunggu sertifikat hak guna bangunan (HGB) di atas lahan milik pemerintah daerah. HGB yang nantinya akan dikeluarkan Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Keluhan ini disampaikan langsung Kades Ketapang Raya Sayid Zulkifli kepada Bupati Lotim H. Moch Ali Bin Dachlan dan Sekretaris Daerah H. Rohman Farly yang berkunjung ke Desa Ketapang Raya, Sabtu, 26 November 2016 lalu. Bupati Lotim, H. Moch Ali Bin Dachlan meminta sekda segera mengurus sertifikat tersebut agar warga bisa dengan tenang tinggal di rumahnya.

Ditambahkan, masih ada persoalan juga yang menyebut batas bibir pantai dengan perumahan nelayan ini terbilang masih sangat dekat. Hal ini coba diselesaikan segera. Abah – nama panggilannya menjelaskan, desanya ini merupakan salah satu desa pesisir, karena 85 persen warga merupakan nelayan. (rus)