Hampir Dua Bulan Mengungsi, Korban Angin Puting Beliung Belum Dapat Bantuan

Mataram (suarantb.com) – Korban angin puting beliung di RT 04 Lingkungan Karang Bagu, Kelurahan Karang Taliwang, Kecamatan Cakranegara atas nama Murni (55 tahun) yang roboh rumahnya hingga saat ini belum mendapatkan bantuan dari Pemkot Mataram. Tembok rumah Murni roboh saat angin puting beliung menerjang pada Oktober 2016 lalu. Sampai saat ini Murni masih mengungsi di rumah tetangganya bersama cucu dan anak-anaknya.

Berdasarkan penuturan Kepala Lingkungan Karang Bagu, Sahrun, mulanya Murni tinggal di sebuah berugak (gazebo) terbuka milik seorang warga. Di tempat tanpa dinding itulah Murni bersama anak dan cucunya tinggal selama beberapa waktu. Namun karena tetangga merasa kasihan, ia akhirnya menempati rumah salah seorang warga sekitar yang kebetulan memiliki ruang untuk menampung Murni dan keluarganya.

Murni sendiri yang merupakan seorang tuna wicara mengaku merasa malu jika terlalu lama menumpang di rumah tetangga. Karena itu diharapkan bantuan perbaikan rumah segera diturunkan.

Baca juga:  Perbaiki Pemukiman Warga, Percepat Penurunan Kemiskinan

“Katanya malu kalau lama-lama menumpang di rumah orang,” jelas Sahrun menerjemahkan ucapan Murni dalam bahasa isyaratnya.

Menurut keterangan Sahrun, Murni memang tergolong warga miskin. Wanita paruh baya itu pun tidak memiliki penghasilan tetap. Selama ini ia dikenal sebagai tukang pijat di lingkungan tersebut. Sementara anak tertuanya yang menjadi TKW selama hampir delapan tahun tidak pernah terdengar lagi kabarnya, bahkan hingga anaknya yang ditinggal semasa bayi kini duduk di kelas dua SD.

Sahrun juga menyebutkan selalu memprioritaskan Murni sebagai penerima bantuan berbagai program pemerintah. Demikian juga setelah musibah yang dialami Murni Oktober lalu, pihaknya segera bersurat ke BPBD Kota Mataram mengajukan bantuan untuk Murni. Sebab rumah yang kini telah roboh setengah bagian dindingnya tidak bisa lagi ditempati karena membahayakan keselamatan penghuni.

“Siapa yang berani tinggal di sana, bisa-bisa nanti roboh. Tiang-tiang penyangganya juga sudah rapuh,” papar Sahrun. Rumah Murni sebelumnya memang sudah cukup rapuh. Akibatnya saat terjadinya angin kencang di bulan Oktober lalu, rumah Murni serta-merta roboh.

Baca juga:  Jadi Viral, Dua Warga Miskin yang Lumpuh di Loteng Langsung Ditangani

Lurah Karang Taliwang, Lalu Akhmad Cahyadi mengatakan telah meneruskan surat permohonan bantuan ke BPBD Kota Mataram langsung di hari terjadinya musibah yang menimpa Murni. Namun pihak BPBD Kota Mataram hingga saat ini belum mengonfirmasi. “Kita sudah kirimkan suratnya, langsung di hari itu juga. Beserta foto rumahnya,” ungkap Cahyadi.

Sementara itu dikonfirmasi perihal ini, Sekretaris BPBD Kota Mataram, I Gusti Ngurah Pariawan mengakui belum menerima surat dari kelurahan. Namun ia akan segera memeriksa kembali laporan yang telah diterima BPBD Kota Mataram. Pihaknya juga akan segera mengirimkan petugas untuk meninjau lokasi, sehingga BPBD Kota Mataram dapat segera menindaklanjuti bantuan untuk Murni.

“Nanti coba saya periksa kembali ini. Kita segera kirimkan petugas ke sana. Kalau sesuai prosedur, nanti kita minta lurahnya bersurat kembali ke kita,” pungkasnya. (rdi)