Hibah Lahan Eks PTP Puyung, Pemprov NTB Minta “Imbalan”

Advertisement

Praya (Suara NTB) – Pemerintah Provinsi NTB memastikan mengabulkan permintaan hibah lahan eks PTP Puyung Kecamatan Jonggat yang diajukan Pemkab Lombok Tengah (Loteng). Tapi dengan syarat, Pemkab Loteng juga menyiapkan lahan untuk dihibahkan ke Pemprov NTB. Pasalnya, Pemprov NTB juga masih membutuhkan lahan untuk kegiatan pembangunan.

Sekretaris Daerah (Sekda) NTB, Ir. H. Rosiady H. Sayuti, MSc, PhD, saat dikonfirmasi di gedung VIP Lombok International Airport (LIA), Selasa, 22 November 2016, membenarkan kalau pemerintah provinsi telah mengabulkan permintaan hibah lahan ke Pemkab Loteng seluas 10 hektar dari total 18 hektar yang diminta.

“Secara resminya, proses hibah lahan masih menunggu keputusan tertulis. Dan, saat ini hibah lahannya sedang berproses,” terangnya.

Sebagai ganti dari lahan eks PTP Puyung, Pemkab Loteng juga diminta menyiapkan lahan lainya dan nantinya akan dihibahkan ke pemerintah provinsi. Dari hasil komunikasi  terakhir, lahan yang diminta pemerintah provinsi tersebut sudah disiapkan Pemkab Loteng.

Kendati demikian, Rosiady membantah kalau pengantian lahan bukan dalam konteks ruislag dengan Pemkab Loteng. Tetapi pada konteks saling hibah lahan antara pemerintah daerah. “Jadi kita (Pemprov NTB) memberikan hibah lahan, Pemkab Loteng juga demikian,’’ ujarnya.

Lahan yang dihibah oleh Pemkab Loteng itu nantinya, oleh pemerintah provinsi akan dijadikan lokasi pelaksanaan program provinsi, yakni pembangunan ruang terbuka hijau atau program lainnya yang dibutuhkan oleh masyarakat. “Jangan dikira pemerintah provinsi tidak butuh lahan. Karena masih banyak kegiatan provinsi yang butuh dukungan lahan,”  ujar mantan Kepala Bappeda NTB ini.

Sekda Loteng, H.M. Nursiah, S.Sos.M.Si., yang dikonfirmasi sebelumnya, membenarkan adanya permintaan hibah lahan dari pemerintah provinsi. Sebagai ganti dari lahan eks PTP Puyung yang akan dihibahkan pemerintah provinsi ke Pemkab Loteng. Dan, lahan yang ditawarkan yakni lahan milik Pemkab Loteng yang ada di sebelah selatan gudang Bulog Praya.

Lahan tersebut, lanjut Nursiah, oleh pemerintah provinsi akan dijadikan ruang terbuka hijau, sehingga walaupun lahannya berstatus lahan pemerintah provinsi, manfaatnya tetap akan kembali kepada masyarakat Loteng. “Kan sama saja. Kita hibahkan lahan ke pemerintah provinsi. Tapi manfaatnya tetap masyarakat kita yang merasakan,”  ujarnya. (kir)

Disqus Comments Loading...

This website uses cookies.