Butuh Puluhan Miliar Atasi Genangan di Mataram

Mataram (Suara NTB) – Genangan di Kota Mataram menjadi persoalan klasik tiap tahun. Titik – titik yang menjadi langganan justru tak tertangani maksimal. Untuk menangani secara menyeluruh, Pemkot membutuhkan anggaran puluhan bahkan ratusan miliar.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Mataram, Ir. H. Mahmuddin Tura, Senin, 21 November 2016 menjelaskan, genangan di perempatan Tanah Aji itu disebabkan tiga crossing besar yang tidak berfungsi maksimal. Dan kemungkinan sebagian air yang mengalir lewat Mataram Mall masuk ke Punia, sehingga menyebabkan debit air lebih besar.

“Aliran air ini mau kita alihkan ke Kali Ancar untuk mengurangi debit air,” kata Mahmuddin.

Baca juga:  Pemkot Antisipasi Cuaca Ekstrem

Melihat kondisi ini, pihaknya segera berkoodinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum NTB dalam hal ini Satker Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman, untuk menangani saluran primer.

Di lain pihak, Pemprov NTB memiliki tanggungjawab karena masuk menjadi kawasan mereka.

Perempatan Tanah Aji menjadi lokasi rawan genangan. Selain itu, di

perempatan jalan Topati, Lendang Lekong dan sejumlah titik lainnya.

Mahmuddin tak memungkiri Kota Mataram belum terbebas dari genangan. Ini disebabkan pertumbuhan pembangunan begitu dinamis. Cepatnya pertumbuhan pembangunan infrastruktur tersebut harus diimbangi dengan peningkatan kualitas infrastruktur.

“Iya, kita masih sulit terbebas dari genangan,” akunya.

Ia mengklaim pemerintah sudah cukup serius menangani masalah genangan. Di APBD 2016, perbaikan drainase dialokasikan Rp 10,3 miliar. Ditambah dengan tenaga harian lepas untuk menangani irigasi anggaran Rp 3 miliar. Secara total sebutnya, Kota Mataram bisa terbebas dari genangan tapi membutuhkan anggaran puluhan bahkan ratusan miliar.

Baca juga:  Hujan Sehari, RKB SDN 4 Gumantar Tergenang

“Paling tidak segitulah anggaran dibutuhkan,” sebutnya.

Tetapi, anggaran tahun ini cukup terbatas. Ditambah dengan berkurangnya daerah resapan akibat pembangunan mall. Setelah fokus menyelesaikan jalan di tahun ini, Pemkot Mataram di tahun 2017 akan fokus memperbaiki drainase dan saluran. Belum bisa diprediksi alokasikan anggaran dibutuhkan, karena harus membuat desain dan menyusun anggaran. (cem)