Dandim 1615 Lotim Ingatkan Ancaman Kedaulatan NKRI dari Negara Cina

Selong (Suara NTB) – Dandim 1615 Lotim, Letkol. Inf. H. Mustofa mengingatkan masyarakat akan adanya ancaman kedaulatan NKRI dari sejumlah negara asing. Salah satunya, adalah negara Cina.

Peringatan itu disampaikan Mustofa saat memberikan sambutan dalam kegiatan istighosah bersama tokoh agama dan masyarakat di Desa Lendang Nangka Kecamatan Masbagik, Jumat, 18 November 2016. Kegiatan ini digelar untuk menguatkan persatuan dan kesatuan dalam mewujudkan keutuhan NKRI.

Selain Dandim, Istighosah ini dihadiri Dandim 1615 Lotim, Letkol. Inf. H. Mustofa, Kapolres Lotim, AKBP. Wingky Adhitiyo Kusumo, SIK, MH, Pimpinan Ponpes Thohir Yasin, TGH. Ismail Thohir dan sekitar 700 santri beserta tokoh masyarakat.

Dandim menegaskan, mengatakan, sebagai umat muslim yang beragama Islam sudah sepatutnya jalinan silaturahmi antar sesama terus dibangun dan membantu satu sama lain. Termasuk, kedatangan anggota TNI beserta Polri ke Desa Ledang Nangka untuk membangun silaturrahmi bersama masyarakat setempat.

Baca juga:  Hati-hati Posting Status di Medsos

Di hadapan jemaah di Masjid Darussalam, Dandim menyampaikan bahwa TNI memiliki tiga tugas pokok diantaranya menegakkan kedaulatan negara. Menurutnya, karena Indonesia merupakan negara yang kaya, maka tidak heran jika negara ini menjadi incaran negara-negara lain.

Ia mencontohkan, salah satu negara yang mengincar kekayaan alam

Indonesia adalah negara Cina. Dimana, Cina dengan sengaja telah membuat pulau-pulau reklamasi sehingga membuat zona pantai mereka akan lebih luas yang kemudian akan merugikan negara yang bertetangga, termasuk Indonesia.

“Sehingga tugas TNI adalah menjaga kedaulatan tersebut,” ungkapnya.

Selain itu, katanya, tugas yang diemban TNI saat ini adalah menjaga keutuhan NKRI agar tidak terlepas seperti terlepasnya Timor Leste, Sipadan dan Ligitan. Maka dari itu, Dandim mengajak jemaah untuk bersama-bersama mengajak keutuhan NKRI karena baru-baru ini yang kasusnya sampai saat ini masih bergulir yakni dugaan penistaan agama terhadap Islam. Terkait dengan kasus tersebut, katanya, maka harus diserahkan ke para ulama dan pihak kepolisian untuk menanganinya.

Baca juga:  Mulai Luntur, Bakesbangpoldagri Bahas Penguatan Wawasan Kebangsaan

“Marilah kita bersama-sama berdoa untuk keutuhan NKRI,” imbaunya.

Sementara, Kapolres Lotim, AKBP. Wingky Adhitiyo Kusumo, SIK menegaskan bahwa situasi Kamtibmas di wilayah hukum Polres Lotim sampai saat ini masih kondusif.  Terkait dengan kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta nonaktif, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), ia meminta kepada masyarakat untuk tidak terprovokasi.

“Permasalahan Ahok sedang ditangani secara profesional, namun yang harus diwaspadai juga adalah penyalahgunaan narkoba yang masuk ke wilayah Lotim,” pesannya. (yon)