Bupati Dompu Masuk 25 Tokoh Nasional Berinovasi

Dompu (Suara NTB) – Bupati Dompu, Drs. H. Bambang M. Yasin terpilih dalam 25 tokoh nasional yang memiliki inovasi terbaik. Pilihan ini berdasarkan data dan rekomendasi dari enam Kementerian, sehingga dilakukan penelusuran lebih lanjut. Penganugerahan Indonesia Ministers Awards of Excallence 2016 akan berlangsung di Bali.

Tokoh yang akan dianugerahi Indonesia Ministers Awards of Excallence 2016 ini terdiri dari Bupati, Walikota, Gubernur dan profesi lainnya. Tokoh terbaik ini dipilih karena dinilai memiliki inovasi terbaik bagi pembangunan dan kemajuan di suatu wilayah. “Salah satunya Bupati Bupati Dompu,” kata H. Bambang M. Yasin kepada Suara NTB, Selasa, 15 Oktober 2016.

Tokoh nasional lainnya yang akan mendapatkan penganugerahan ini, diakui H Bambang, tidak dibocorkan tim. Tim hanya menginformasikan bahwa data dan profilnya diperoleh dari enam Kementerian yaitu Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Riset dan Dikti, Kementerian Informasi dan Komunikasi, Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, dan Kementerian BUMN. “Penghargaan ini nanti akan ditandatangani oleh enam Kementerian itu,” ungkapnya.

Penghargaan Indonesia Ministers Awards of Excallence 2016 yang

akan diterima Bupati Dompu ini tidak lepas dari kepemimpinannya selama enam tahun terakhir. Sejak awal menjadi Bupati Dompu tahun 2010 lalu, H. Bambang M. Yasin mencanangkan program unggulan PIJAR (Sapi, Jagung, Rumput Laut).

Program PIJAR dipilih terinspirasi dari bisnis kelapa sawit di Kalimantan yang sempat digeluti Drs. H. Bambang M. Yasin sebelum menjadi Bupati Dompu. Program ini dinilai sebagai jalan pintas menuntaskan kemiskinan yang cukup mengakar di Dompu dengan persentase sekitar 22 persen dan keterbatasan lapangan kerja. Karena menanam jagung bukan hal baru bagi masyarakat Dompu yang sebagian besar adalah petani, namun lahan tadah hujan yang tidak termanfaatkan dan pertanian masih sebatas rutinitas turun – temurun.

Gerakan program PIJAR dan khususnya jagung berhasil menjadi gerakan yang menyadarkan masyarakat dan mengangkat harkat petani. Kesuksesan program ini mampu merubah taraf hidup masyarakat, karena uang puluhan juta hingga ratusan juta dalam empat bulan diperoleh petani. Kemiskinan pun dapat ditekan sehingga menyisakan sekitar 15 persen di tahun 2015. Apalagi program ini telah terbentuk mulai dari hilir hingga hulu (kepastian pasar). (ula)